“Jika memang ada penyalagunaan narkoba akan diproses lebih lanjut. Tes urine ini merupakan program rutin menjelang lebaran untuk memastikan agar pengemudi bus memang layak untuk membawa kendaraannya,” tandas AKP Eko Suwanto kepada awak media di terminal Rajekwesi.
“Tes urine ini sebagai antisipasi bagi para sopir, karena mereka bertanggung jawab atas keselamatan penumpang terlebih mungkin waktu kerja mereka bertambah, dikhawatirkan mereka menyalahgunakan narkotika dan obat-obatan terlarang. Kami tidak ingin penumpang mejadi korban dari sopir yang menyalahgunakan narkoba,” imbuhnya.
Eko Suwanto menyampaikan hasil dari tes urine tak satupun terdeteksi positif mengonsumsi narkotika atau obat-obatan lainnya.
“Jangan sampai para sopir maupun crew bus mendekati narkoba, apalagi sampai memakai atau mengonsumsi. Hal tersebut sangat membahayakan, baik bagi diri sendiri maupun para penumpang bus,” pungkas Eko.













