LAMONGAN||TRANSISI NEWS-Dalam tradisi keagamaan Nahdlatul Ulama, setiap keluarganya yang meninggal, pasti dilaksanakan tahlilan untuk mendoakan almarhum atau almarhumah setelah 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari dan satu tahun (khaul).
Pada umumnya, kalangan pesantren mengadakan acara ritual keagamaan yang disebut khaul ini, untuk memperingati wafatnya pendiri pesantren yang dilaksanakan setiap tahun.
Begitu juga halnya yang di lakukan oleh jajaran pengurus Ponpes Al Fatah Siman Lamongan Sabtu (13/7/2024), bertempat di Makam Umum empat Desa yakni, Dusun Widang dan Dusun Karang di isi santri murid SMA Unggulan dan SMA 1 Siman.lalu Desa Bulu Tengger dusun Gampon di isi murid Santri dan lainnya . kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa hormat para santri murid mendatangi makam Desa dalam rangka peringatan haul XXXIII KH Abdul Fatah, pendiri ponpes Al Fattah Siman Sekaran Lamongan Jawa Timur.













