Ads
Edukasi

Pembagian Rapor di Ponpes Abu Dzarrin: Neng Evi Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis hingga Kedisiplinan Santri

syailendraachmad51
×

Pembagian Rapor di Ponpes Abu Dzarrin: Neng Evi Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis hingga Kedisiplinan Santri

Sebarkan artikel ini
IMG 20260105 WA0172

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Pondok Pesantren Abu Dzarrin Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Bojonegoro, sukses menggelar agenda penerimaan rapor semester bagi siswa SMP Plus dan SMK pada Senin (5/1/2026).

Pertemuan yang dihadiri ratusan wali murid ini menjadi ajang sosialisasi berbagai kebijakan strategis pesantren di awal tahun.

​Suasana hangat menyelimuti acara saat Ustadzah Afiyatul Kamalah, atau yang akrab disapa Neng Evi, memberikan sambutan.

Putri dari Pengasuh Pondok Pesantren Abu Dzarrin, KH M Muna’amul Choir ini, mengupas tuntas terkait implementasi program pemerintah terbaru hingga aturan kedisiplinan santri.

Salah satu poin utama yang dijelaskan adalah mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.

Neng Evi memberikan pemahaman bahwa meski sekolah menerima program tersebut, santri tetap dikenakan biaya konsumsi bulanan.

​Hal ini dikarenakan bantuan pemerintah hanya mencakup satu kali makan dalam sehari. “Kalau biaya makan ditiadakan, lalu kebutuhan makan santri di waktu lainnya dari mana?” ujar Neng Evi guna memberikan transparansi kepada orang tua santri.

Selain urusan konsumsi, pihak pesantren mendorong orang tua untuk memanfaatkan teknologi dalam memantau buah hati.

Wali murid diminta aktif mengecek grup WhatsApp kelas, karena wali kelas akan rutin membagikan dokumentasi kegiatan sebagai laporan kehadiran dan kedisiplinan.

​Dalam hal ketertiban, pesantren juga menegaskan aturan bagi santri putri. Penggunaan riasan wajah berlebihan seperti lipstik dan eye shadow dilarang keras di lingkungan sekolah maupun pondok.

Jika melanggar, perlengkapan kosmetik tersebut akan disita oleh pihak keamanan pesantren.

Sesi diskusi juga berlangsung interaktif. Menanggapi pertanyaan wali murid terkait Program Indonesia Pintar (PIP), pihak pengelola menjelaskan bahwa penentuan penerima bantuan sepenuhnya berasal dari sistem DAPODIK pusat.

​“PIP sepenuhnya ditentukan oleh sistem secara otomatis. Pihak sekolah maupun guru tidak memiliki kewenangan untuk memilih siapa yang menjadi penerima,” jelas salah satu ustadz yang turut hadir.

Sebagai penutup, Neng Evi mengingatkan agar orang tua tidak terlalu sering mengajak santri pulang ke rumah agar fokus pendidikan tetap terjaga. Setiap kepulangan untuk urusan mendesak pun diwajibkan melalui prosedur izin resmi.

​Agenda penerimaan rapor ini diakhiri dengan doa yang dipimpin langsung oleh KH M Muna’amul Choir, sekaligus mempererat silaturahmi antara pengasuh, tenaga pendidik, dan wali murid. (Red/Az)