Angka ini naik signifikan dibandingkan surplus tahun sebelumnya yang berada di kisaran 49.342 ton.
”Jombang terus melaju! Kini kita berhasil naik peringkat ke posisi ke-8 daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Selain itu, produktivitas tebu kita juga tetap unggul di posisi ke-5 se-Jawa Timur,” ungkap Rony.
Keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai program yang dijalankan Pemkab Jombang selama setahun terakhir, mulai dari realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) seluas 86.701 hektar, Optimasi Lahan (OPLAH), hingga pembentukan 17 unit Brigade Pangan yang melibatkan petani milenial.
Tak hanya fokus pada bantuan fisik, Pemkab Jombang juga meluncurkan program inovatif “1 Dusun 1 Wirausaha Baru” yang fokus pada budidaya Nilam dan tanaman sehat.
Guna memastikan penyerapan hasil panen, pola kemitraan “Bapak Asuh” juga diperkuat dengan menggandeng pihak swasta, seperti CV. AFCO, untuk membantu penyerapan gabah sekaligus memasyarakatkan pertanian organik.
Acara penyerahan bantuan ini turut dihadiri oleh Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, jajaran Forkopimda, serta perwakilan berbagai organisasi tani seperti HKTI dan Tani Muda Indonesia.
Sinergi ini diharapkan menjadi modal kuat bagi Jombang untuk terus memperkokoh posisinya sebagai penopang pangan di Jawa Timur.(red/*)













