Ads
Pemerintahan

Bupati Setyo Wahono Instruksikan Layanan Kesehatan Bojonegoro Harus Ramah, Solutif, dan Melek Digital

syailendraachmad51
×

Bupati Setyo Wahono Instruksikan Layanan Kesehatan Bojonegoro Harus Ramah, Solutif, dan Melek Digital

Sebarkan artikel ini
IMG 20260312 WA0141 copy 1280x852

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran kesehatan di Kabupaten Bojonegoro agar mengedepankan aspek kemanusiaan dan adaptasi teknologi dalam melayani masyarakat.

Hal ini disampaikan beliau dalam acara Forum Konsultasi Publik (FKP) yang diselenggarakan oleh RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo pada Kamis (12/03/2026).

​Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono menekankan bahwa secanggih apapun fasilitas medis, tidak akan berarti tanpa semangat melayani yang tulus (hospitality).

​”Masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan itu sudah dalam kondisi susah karena sakit, jadi jangan ditambah susah dengan prosedur yang berbelit-belit. Pelayanan itu harus fleksibel, ramah, dan yang paling penting adalah solutif. Senyum petugas adalah bagian dari penyembuhan,” ujar Bupati.

​Beliau juga mendorong Puskesmas dan Rumah Sakit untuk lebih aktif memanfaatkan platform digital, khususnya TikTok, sebagai sarana komunikasi dan informasi jadwal layanan.

“Zaman sekarang rating TikTok itu sangat tinggi. Gunakan itu untuk memberi pameran kegiatan yang aktif, agar masyarakat tahu jam operasional dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Semuanya harus transparan dan mudah diakses,” tambahnya.

​Bupati Wahono mengibaratkan pemimpin sebagai “tempat sampah” yang harus siap menampung keluhan dan aspirasi untuk memberikan rasa nyaman kepada warga.

​Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Umar, menyatakan komitmen penuh dari sisi penganggaran. DPRD melalui Komisi C dan Badan Anggaran terus memprioritaskan sektor kesehatan dalam APBD.

​“Dukungan anggaran ini bertujuan agar RSUD Sosodoro mandiri dalam alat kesehatan mutakhir, sehingga warga tidak perlu jauh-jauh keluar kota. Namun, kami ingatkan agar investasi besar ini dibarengi dengan peningkatan etos kerja,” tegas Abdullah Umar.

​Dalam kesempatan yang sama, manajemen RSUD Sosodoro memaparkan kesiapan fasilitas yang kini memiliki kapasitas 500 tempat tidur dan 25 poliklinik.

Fokus utama rumah sakit saat ini adalah penguatan layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefro).

​Fasilitas unggulan seperti Gedung Jantung Terpadu yang dilengkapi Cath Lab, unit stroke untuk intervensi neurologi, serta layanan hemodialisa dengan 40 mesin, disiapkan untuk menekan angka rujukan ke luar daerah dan efisiensi biaya bagi warga.

​Forum Konsultasi Publik ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, perwakilan ormas (PD Muhammadiyah dan PCNU), serta para Direktur RSUD se-Kabupaten Bojonegoro.

Melalui forum ini, seluruh masukan dan kritik masyarakat akan dijadikan rencana aksi nyata untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang membanggakan di Bojonegoro.(Red)