Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Umar, menyatakan komitmen penuh dari sisi penganggaran. DPRD melalui Komisi C dan Badan Anggaran terus memprioritaskan sektor kesehatan dalam APBD.
“Dukungan anggaran ini bertujuan agar RSUD Sosodoro mandiri dalam alat kesehatan mutakhir, sehingga warga tidak perlu jauh-jauh keluar kota. Namun, kami ingatkan agar investasi besar ini dibarengi dengan peningkatan etos kerja,” tegas Abdullah Umar.
Dalam kesempatan yang sama, manajemen RSUD Sosodoro memaparkan kesiapan fasilitas yang kini memiliki kapasitas 500 tempat tidur dan 25 poliklinik.
Fokus utama rumah sakit saat ini adalah penguatan layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefro).
Fasilitas unggulan seperti Gedung Jantung Terpadu yang dilengkapi Cath Lab, unit stroke untuk intervensi neurologi, serta layanan hemodialisa dengan 40 mesin, disiapkan untuk menekan angka rujukan ke luar daerah dan efisiensi biaya bagi warga.
Forum Konsultasi Publik ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, perwakilan ormas (PD Muhammadiyah dan PCNU), serta para Direktur RSUD se-Kabupaten Bojonegoro.
Melalui forum ini, seluruh masukan dan kritik masyarakat akan dijadikan rencana aksi nyata untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang membanggakan di Bojonegoro.(Red)













