Meski masih dalam tahap pengembangan, bendungan yang membentang di Sungai Bengawan Solo ini menarik perhatian sebagai potensi wisata air di masa depan. Kapasitasnya yang mencapai 59 juta meter kubik menjadikannya salah satu titik vital irigasi di wilayah Bojonegoro dan Blora.
5. Rest Area Watu Jago: Panorama Alam Hutan Ngelo
Bagi pemburu foto estetik, Rest Area Watu Jago di kawasan hutan BKPH Ngelo menawarkan udara sejuk dan pemandangan bebatuan alami yang unik. Lokasi ini sangat cocok untuk bersantai di tengah rimbunnya pepohonan jati.
6. Sentra Akar Jati: Kreativitas Tanpa Batas
Kecamatan Margomulyo, khususnya Desa Geneng dan Meduri, dikenal sebagai pusat kerajinan akar jati. Di bawah merek “My Kayu”, limbah akar pohon diubah menjadi produk bernilai seni tinggi seperti gelas, wadah, hingga dekorasi rumah yang telah menembus pasar luas.
7. Agrowisata Jambu Merah: Sensasi Petik Buah di Kalangan
Sejak 2015, Desa Kalangan konsisten mengembangkan agrowisata jambu biji merah. Selain bisa memetik buah langsung dari pohon, pengunjung dapat menikmati berbagai produk olahan kreatif seperti jus dan es krim hasil kreasi warga setempat.
Potensi Margomulyo membuktikan bahwa daya tarik Bojonegoro sangat beragam, tidak hanya bertumpu pada sektor migas.
Melalui program Bojonegoro Medhayoh, Margomulyo kini berdiri tegak sebagai destinasi mandiri yang menawarkan pengalaman wisata lengkap bagi siapa saja yang melintas di pintu barat Jawa Timur.(Red)













