Kalapas Bojonegoro, Hari Winarca, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya sterilisasi lapas secara berkelanjutan.
“Kami tidak ingin hanya berkomitmen di atas kertas. Melalui kerja sama dengan BNNK ini, kami pastikan langkah nyata untuk menjaga Lapas Bojonegoro tetap steril dari pengaruh narkoba dan penyalahgunaan alat komunikasi ilegal,” tegas Hari Winarca.
Senada dengan hal itu, Kepala BNNK Tuban, AKBP Bagus Hari Cahyono, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program deteksi dini di lingkungan lapas.
Menurutnya, memutus mata rantai peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan memerlukan keterlibatan aktif dari berbagai instansi terkait.
Sebagai bentuk transparansi, rangkaian acara ditutup dengan pelaksanaan tes urine massal bagi seluruh pejabat dan staf yang hadir.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa aparatur pemasyarakatan benar-benar memiliki integritas tinggi dan bebas dari pengaruh zat terlarang sebelum menjalankan fungsi pembinaan bagi warga binaan. (red)













