“Awalnya untuk pembenihan (kecebong) sebanyak 40 kolam, sedangkan proses budidaya dan penangkaran siap panen ada 9 kolam,” ucapnya, Kamis (15/08/2024).
Lebih lanjut, Hendro Iswanto mengatakan, usaha bullfrog tidaklah berpatokan pada musim dan minim resiko kematian, artinya bisa setiap saat sesuai perputaran yang diinginkan.
Untuk pemasaran pada saat panen pihaknya bekerjasama dengan para pengepul dari wilayah setempat dan juga luar kota. Sedangkan harga mengikuti harga pasar yang ada.
“Alhamdulillah kami sudah beberapa kali panen dan harga terbilang stabil. Hari ini kami kembali memanen sebanyak 2 kwintal secara estafet dua hari sekali,” ungkap Hendro.













