Hal penting bagi masyarakat di Sulut adalah bersatu. ” Kita melihat di Dayak, mereka berkelompok kelompok, dan berbagai ragam budaya mereka, namun mereka bersatu.” Untuk itu, seiring berjalannya waktu, ia sudah berkomunikasi dengan salah satu petinggi dan berencana berkunjung untuk melihat market di Sulut. Pungkasnya.
Setelah ditanya Awak Media Terkait Zikir kebangsaan dalam rangka HUT RI ke 80 di Manado, pada 30 Agustus nanti, dirinya berharap sesuai dengan apa yang menjadi tema pada kegiatan tersebut.
” Saya harap, sesuai dengan tertulisnya di judul, karena dimana langit di pijak disitu langit di junjung. Marilah kita saling menghargai, karena kalau mereka mayoritas di Indonesia, kita ini mayoritas di Sulawesi Utara dan Minahasa, Jelas Rompas
Jadi, jangan di kecoh dengan flyer, yang akhirnya akan menjadi angkat bendera Palestina.
“Sesuaikan, kalau mau program pengangkatan bendera Palestina, kasih di flyer pengangkatan bendera Palestina, tapi jangan di flyer berdoa untuk kebangsaan tetapi tiba- tiba nanti bendera itu berkibar. Pointnya, dimana bumi di pijak, disitu bumi di junjung.
Torang minoritas di Indonesia, tapi Torang mayoritas di Minahasa. Jadi hargai Torang punya kerukunan yang sudah ada selama ini. Ucap Rompas
Ketua POLA, Puboksa Hutahean dikesempatan yang sama, menghimbau ” tetap kita harus bersatu untuk melestarikan adat budaya Minahasa sebagai pemersatu bangsa, kita tetap menjaga solidaritas kerukunan dan menghargai perbedaan.”













