Manado-Transisinews.com. Hadirnya Andi Rompas di Kalimantan dalam rangka menghadiri undangan Panglima Jilah atas HUT yang ke 45.
Adi Rompas tiba hari ini kamis tanggal 28 Agustus 2025 di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara dibandara Internasional Sam Ratulangi
Panglima Andi Rompas Mengatakan Kepada Awak Media, Panglima Jilah telah mengundang dalam beberapa pertemuan mengingatkan kembali untuk datang dalam perhelatan di Kalimantan .
“Kami kesana bersama rekan rekan dari Minahasa, dan didampingi lima orang.”
Selain itu hadir juga perwakilan dari Tanah Pasundan.
Ia terkesan dengan Kalimantan meskipun alamnya panas, namun itu terobati dengan kesejukan budaya yang sangat luar biasa. Dan kekompakan mereka terlihat Solit serta satu komando, Ucap Rompas
Rompas Menuturkan, Melihat mereka yang datang itu hingga 10ribu orang, bahkan harus menempuh 8 jam perjalanan untuk bisa hadir. dari pelosok pelosok itu, mereka harus menempuh hingga 8 jam untuk hadir di tempat keramat yang di pimpin oleh panglima Jilah
Dalam acara ini hadir jug Borneo dari Malaysia.” Lanjut, disana ada sebutan Mangku dan Pati, dimana Pati dapat disejajarkan dengan Raja, dan seluruh Pati yang ada di Kalimantan juga hadir. Bahkan seluruh yang ada di Serawak, Malaysia juga hadir. Kata Rompas,
“Ia juga terkejut saat di undang oleh pihak Malaysia untuk menghadiri kegiatan budaya Dayak nanti. Melihat lestarinya budaya di Kalimantan, Andi Rompas menilai hal ini perlu dibawa ke Sulawesi Utara.
Hal penting bagi masyarakat di Sulut adalah bersatu. ” Kita melihat di Dayak, mereka berkelompok kelompok, dan berbagai ragam budaya mereka, namun mereka bersatu.” Untuk itu, seiring berjalannya waktu, ia sudah berkomunikasi dengan salah satu petinggi dan berencana berkunjung untuk melihat market di Sulut. Pungkasnya.
Setelah ditanya Awak Media Terkait Zikir kebangsaan dalam rangka HUT RI ke 80 di Manado, pada 30 Agustus nanti, dirinya berharap sesuai dengan apa yang menjadi tema pada kegiatan tersebut.
” Saya harap, sesuai dengan tertulisnya di judul, karena dimana langit di pijak disitu langit di junjung. Marilah kita saling menghargai, karena kalau mereka mayoritas di Indonesia, kita ini mayoritas di Sulawesi Utara dan Minahasa, Jelas Rompas
Jadi, jangan di kecoh dengan flyer, yang akhirnya akan menjadi angkat bendera Palestina.
“Sesuaikan, kalau mau program pengangkatan bendera Palestina, kasih di flyer pengangkatan bendera Palestina, tapi jangan di flyer berdoa untuk kebangsaan tetapi tiba- tiba nanti bendera itu berkibar. Pointnya, dimana bumi di pijak, disitu bumi di junjung.
Torang minoritas di Indonesia, tapi Torang mayoritas di Minahasa. Jadi hargai Torang punya kerukunan yang sudah ada selama ini. Ucap Rompas
Ketua POLA, Puboksa Hutahean dikesempatan yang sama, menghimbau ” tetap kita harus bersatu untuk melestarikan adat budaya Minahasa sebagai pemersatu bangsa, kita tetap menjaga solidaritas kerukunan dan menghargai perbedaan.”













