Ads
OlahragaPemerintahanPolitik

Serapan Anggaran Dinpora Bojonegoro Baru 16,8 Persen, Komisi C DPRD Desak Akselerasi di Semester II

syailendraachmad51
×

Serapan Anggaran Dinpora Bojonegoro Baru 16,8 Persen, Komisi C DPRD Desak Akselerasi di Semester II

Sebarkan artikel ini
IMG 20260612 WA0130

BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro menyoroti masih rendahnya serapan anggaran yang dibukukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro.

Mandeknya realisasi pembiayaan tersebut dibedah secara mendalam dalam rapat kerja (raker) evaluasi program APBD Tahun Anggaran 2026 yang digelar di gedung dewan, Kamis (11/06/2026).

​Dalam forum koordinasi tersebut terungkap data bahwa hingga memasuki bulan Juni 2026, serapan anggaran belanja pada dinas yang mengurusi kepemudaan dan olahraga tersebut baru menyentuh angka 16,8 persen.

​Rapat kerja ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, dengan dihadiri oleh jajaran anggota komisi.

Sementara dari pihak eksekutif, hadir Kepala Dinpora Bojonegoro, Arif Nanang, didampingi jajaran kepala bidang dan pejabat struktural terkait.

​Ahmad Supriyanto membeberkan, jika dikonversi ke dalam nominal rupiah, realisasi penyerapan anggaran Dinpora saat ini baru menyentuh kisaran Rp6,5 miliar.

Padahal, total pagu anggaran yang dialokasikan negara untuk instansi tersebut terbilang jumbo, yakni menembus angka lebih dari Rp40 miliar.

​“Pihak Dinas Pemuda dan Olahraga mengonfirmasi bahwa serapan anggaran sampai Juni ini memang baru berkisar 16,8 persen. Berdasarkan klarifikasi mereka, grafik pelaksanaan anggaran baru akan merangkak naik dan lebih maksimal pada semester kedua nanti, karena mayoritas kegiatan berbenturan langsung dengan momentum peringatan hari besar nasional,” urai Ahmad Supriyanto pasca-rapat kerja.

​Meskipun jajaran legislatif dapat memaklumi pola musiman (seasonal) program kerja Dinpora yang menumpuk di paruh kedua tahun anggaran, Komisi C tetap memberikan catatan kritis.

Pihaknya mendesak manajemen Dinpora untuk melakukan akselerasi dan memastikan seluruh linimasa (timeline) kegiatan berjalan tepat waktu demi menghindari penumpukan serapan di akhir tahun (Silpa).

​Di balik sorotan rapor merah penyerapan anggaran, Komisi C DPRD Bojonegoro memberikan apresiasi tinggi terhadap dua sektor krusial di tubuh Dinpora, yakni klaster prestasi olahraga dan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​Pada sektor olahraga, para legislator mengacungkan jempol atas kegigihan para atlet muda Bumi Angling Dharma.

Pasalnya, di tengah badai efisiensi anggaran daerah—termasuk adanya kebijakan pemangkasan pos dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro—para atlet lokal justru tetap mampu mendulang medali dan menembus podium prestasi di level nasional hingga internasional.

​“Di tengah tekanan efisiensi anggaran yang cukup ketat, atlet-atlet binaan Bojonegoro rupanya tetap konsisten mencetak prestasi emas. Ini menjadi catatan objektif dan preseden positif yang wajib kita apresiasi bersama,” tegas politisi senior tersebut.

​Prestasi yang tidak kalah mentereng juga ditunjukkan Dinpora dari sektor penerimaan daerah.

Dari target PAD yang dibebankan sebesar Rp230 juta untuk sepanjang tahun 2026, per 10 Juni ini realisasinya justru melompat tajam hingga menembus angka lebih dari Rp400 juta.

Nilai tersebut setara dengan 181 persen dari target yang dicanangkan.

​“Ini adalah capaian kinerja fiskal yang luar biasa karena mampu melampaui target tahunan sebelum pergantian semester. Kami sangat mengapresiasi terobosan Dinpora yang jeli mendongkrak PAD justru di tengah situasi efisiensi anggaran. Spirit produktif seperti ini yang harus dipertahankan dan dicontoh oleh OPD lainnya,” pungkas Ahmad Supriyanto.(red)