Pihaknya mendesak manajemen Dinpora untuk melakukan akselerasi dan memastikan seluruh linimasa (timeline) kegiatan berjalan tepat waktu demi menghindari penumpukan serapan di akhir tahun (Silpa).
Di balik sorotan rapor merah penyerapan anggaran, Komisi C DPRD Bojonegoro memberikan apresiasi tinggi terhadap dua sektor krusial di tubuh Dinpora, yakni klaster prestasi olahraga dan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pada sektor olahraga, para legislator mengacungkan jempol atas kegigihan para atlet muda Bumi Angling Dharma.
Pasalnya, di tengah badai efisiensi anggaran daerah—termasuk adanya kebijakan pemangkasan pos dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro—para atlet lokal justru tetap mampu mendulang medali dan menembus podium prestasi di level nasional hingga internasional.
“Di tengah tekanan efisiensi anggaran yang cukup ketat, atlet-atlet binaan Bojonegoro rupanya tetap konsisten mencetak prestasi emas. Ini menjadi catatan objektif dan preseden positif yang wajib kita apresiasi bersama,” tegas politisi senior tersebut.
Prestasi yang tidak kalah mentereng juga ditunjukkan Dinpora dari sektor penerimaan daerah.
Dari target PAD yang dibebankan sebesar Rp230 juta untuk sepanjang tahun 2026, per 10 Juni ini realisasinya justru melompat tajam hingga menembus angka lebih dari Rp400 juta.
Nilai tersebut setara dengan 181 persen dari target yang dicanangkan.
“Ini adalah capaian kinerja fiskal yang luar biasa karena mampu melampaui target tahunan sebelum pergantian semester. Kami sangat mengapresiasi terobosan Dinpora yang jeli mendongkrak PAD justru di tengah situasi efisiensi anggaran. Spirit produktif seperti ini yang harus dipertahankan dan dicontoh oleh OPD lainnya,” pungkas Ahmad Supriyanto.(red)













