BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Proyek pembangunan jalan rigid beton di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, kini tengah menjadi perbincangan publik.
Infrastruktur yang didanai dari anggaran tahun 2025 tersebut diduga mengalami pengurangan volume pekerjaan jika dibandingkan dengan data pada papan informasi proyek.
Berdasarkan data yang terpasang di lokasi, proyek ini dikerjakan dalam dua tahap (Tahap I dan Tahap II). Masing-masing tahap tercatat memiliki target volume panjang 419 meter dengan lebar 4 meter.
Pembangunan jalan beton ini bersumber dari dana Bantuan Khusus Keuangan Desa (BKKD) dengan total anggaran mencapai Rp860.896.575.
Pekerjaan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa setempat dengan pendampingan dari konsultan pengawas.
Dugaan ketidaksesuaian volume mencuat setelah sejumlah warga melakukan pengamatan visual terhadap hasil akhir pembangunan.
Warga menilai panjang jalan yang terealisasi secara kasat mata tampak lebih pendek dari klaim 419 meter per tahap tersebut.













