Wakil Bupati Nurul Azizah juga menegaskan pentingnya peran radio sebagai jembatan komunikasi Pemkab dengan warga. Ia mencontohkan bagaimana program Santunan Duka (Sanduk) menjadi lebih dikenal publik setelah disiarkan lewat salah satu radio lokal.
“Setelah siaran di Radio Istana, respon masyarakat luar biasa. Ini bukti bahwa radio masih efektif menjangkau warga, terutama yang belum aktif di media sosial,” ujarnya.
Ketua FRB, Pamor Paramyta Adhi, menyambut baik ajakan kolaborasi dari Pemkab. Ia menjelaskan bahwa FRB yang beranggotakan 9 radio, baik swasta maupun LPPL, siap menjalankan tugas penyebaran informasi ke seluruh penjuru Bojonegoro lewat program andalan mereka, yakni Kilas Berita Tiga (KBT) yang tayang setiap hari pukul 15.00 WIB.
“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan berdiskusi langsung dengan Bupati dan Wabup. Ini bentuk pengakuan terhadap eksistensi radio. Kami siap bersinergi demi kemajuan Bojonegoro,” ungkapnya.
Sebagai satu-satunya forum radio daerah di Jawa Timur, FRB menjadi kekuatan strategis dalam penyebaran informasi publik, terutama ke daerah-daerah yang sulit dijangkau media digital.
Dengan semangat kolaborasi ini, Pemkab Bojonegoro berharap seluruh program bisa tersampaikan lebih efektif dan merata hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.(sy)













