Ads
Pemerintahan

Pra-Musrenbang Stunting 2026: Bupati Bojonegoro Tekankan Integrasi Data dan Intervensi Lingkungan

syailendraachmad51
×

Pra-Musrenbang Stunting 2026: Bupati Bojonegoro Tekankan Integrasi Data dan Intervensi Lingkungan

Sebarkan artikel ini
IIJ5MAhr8vgUMu1Q

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa percepatan penurunan kasus stunting di Kabupaten Bojonegoro tidak boleh hanya terjebak dalam rutinitas administratif.

Program tersebut harus berpijak pada data yang akurat agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

​Penegasan tersebut disampaikan dalam pembukaan Forum Pra-Musrenbang Tematik Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, Kamis (26/03/2026).

Bupati Setyo Wahono menekankan tiga landasan kerja krusial bagi seluruh jajaran perangkat daerah, camat, hingga tenaga medis di lapangan,Perencanaan Berbasis Data, Kualitas Air Bersih, Kejujuran Pelaporan.

Bupati menyoroti bahwa stunting bukan hanya persoalan asupan gizi makanan, melainkan juga faktor lingkungan.

Ia menceritakan temuan lapangan di mana asupan gizi anak sudah tercukupi, namun kualitas air tanahnya buruk (TDS di bawah standar).

​“Masalah air bersih harus menjadi alat ukur penting. Saya minta Dinas Lingkungan Hidup dan OPD terkait melakukan intervensi nyata terhadap kualitas air minum masyarakat,” tegas Bupati.

Bupati Setyo Wahono menuntut komitmen dan kejujuran dari para pemangku kepentingan dalam melaporkan kondisi di lapangan.

Orang nomor satu di Kabupaten Bojonegoro ini juga memperingatkan dengan keras agar tidak ada laporan yang hanya bertujuan menyenangkan pimpinan tanpa kesesuaian fakta.

​“Semuanya harus berbasis data. Jangan sampai ada laporan ABS (Asal Bapak Senang). Kalau ketahuan, akan saya tindak tegas,” ungkapnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Helmi Elisabeth, menjelaskan bahwa Pra-Musrenbang ini merupakan mandat nasional melalui aksi konvergensi.

Forum ini bertujuan menyelaraskan perencanaan pembangunan daerah agar lebih responsif terhadap isu stunting sebelum dibawa ke tingkat Musrenbang Kabupaten pada 27 Maret 2026.

​Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, jajaran Asisten Setda, kepala perangkat daerah, camat, serta tokoh agama dan organisasi masyarakat.

Melalui forum ini, diharapkan lahir program prioritas yang terintegrasi antara aspek kesehatan, sanitasi, ketahanan pangan, hingga perlindungan sosial demi mewujudkan generasi Bojonegoro yang sehat.(red)