Ads
Opini

Poktan Bersama Masyarakat Desa Temu Kompak Basmi Hama Tikus

syailendraachmad51
×

Poktan Bersama Masyarakat Desa Temu Kompak Basmi Hama Tikus

Sebarkan artikel ini
Img 20240608 Wa0180 Copy 592x266

BOJONEGORO||TRANSISI NEWS– Guna membasmi hama tikus yang selalu mengganggu pertumbuhan tanaman padi, para petani bersama masyarakat beramai – ramai berburu tikus di areal persawahan sekitar Dusun Ndono, Desa Temu, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Minggu(08/06/2024).

Ketua Poktan I (Kelompok Tani) Ngasuri mengaku pusing setiap musim tanam padi tiba, karena serangan hama tikus semakin tidak terkendali terhadap benih tanaman padi miliknya.

“Padahal pengendalian hama tikus dengan cara diracun dan bahkan secara gotong-royong melakukan gropyok tikus juga tidak berdampak signifikan”, ucapnya.

Ngasuri saat di konfirmasi mengatakan karena sulitnya pengendalian hama tikus di areal persawahan dan telah dilakukan musyawarah Poktan, kami memutuskan pemberian obat tetes pada benih tanaman padi.

“Sudah lama Poktan kami ingin memberantas tikus dengan mencoba pakai obat tetes dan baru kali ini bisa terwujud”, ungkapnya.

Nur Kamid selaku ketua Poktan II (dua) menjelaskan, total sebanyak 1(satu) lusin botol obat tetes yang akan di coba oleh para petani yang terbagi dalam 2 (dua) Poktan. Poktan I kebagian 7 (tujuh) botol, sedang sisanya 5 (lima) botol berada di lahan Poktan II, dan tersebar di areal persawahan seluas sekira 70 Hektar.

“Sudah bisa ditentukan jika hama terbasmi hasil produksi atau panen padi nantinya bisa meningkat, dari rata-rata sebelummya per hektar mencapai 5 (lima) ton tiap musim panen”, tegasnya.

Senada dengan Ngasuri salah satu petani anggota Poktan Sugeng mengatakan pemilihan pengendalian hama tikus dengan cara memberikan obat tetes pada benih padi yang baru mau dilakukan adalah experimen yang paling tepat di areal persawahan Desa Temu dan sekitarnya.

“Biasanya tikus kalau dikasih racun rata – rata malah menyerang namun petani berharap dengan menggunakan metode obat tetes ini bisa mengurangi serangan hama tikus”, pungkas Sugeng.