Nur Kamid selaku ketua Poktan II (dua) menjelaskan, total sebanyak 1(satu) lusin botol obat tetes yang akan di coba oleh para petani yang terbagi dalam 2 (dua) Poktan. Poktan I kebagian 7 (tujuh) botol, sedang sisanya 5 (lima) botol berada di lahan Poktan II, dan tersebar di areal persawahan seluas sekira 70 Hektar.
“Sudah bisa ditentukan jika hama terbasmi hasil produksi atau panen padi nantinya bisa meningkat, dari rata-rata sebelummya per hektar mencapai 5 (lima) ton tiap musim panen”, tegasnya.
Senada dengan Ngasuri salah satu petani anggota Poktan Sugeng mengatakan pemilihan pengendalian hama tikus dengan cara memberikan obat tetes pada benih padi yang baru mau dilakukan adalah experimen yang paling tepat di areal persawahan Desa Temu dan sekitarnya.
“Biasanya tikus kalau dikasih racun rata – rata malah menyerang namun petani berharap dengan menggunakan metode obat tetes ini bisa mengurangi serangan hama tikus”, pungkas Sugeng.













