Ads
Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro dan Forkopimda Ikuti Rapat Paripurna Istimewa, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI 

syailendraachmad51
×

Pemkab Bojonegoro dan Forkopimda Ikuti Rapat Paripurna Istimewa, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI 

Sebarkan artikel ini
1723862770880 Copy 540x479

“Ini adalah pembangunan yang kita cita-citakan bersama. Pembangunan yang menyentuh semua lapisan masyarakat, pembangunan yang memberi dampak bagi masyarakat luas, pembangunan yang membuka peluang untuk tumbuh bersama,” tandasnya.

 

Di sisi Indonesia telah mengambil langkah besar untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah dengan tidak lagi mengekspor bahan mentah, tapi mengolahnya dulu di dalam negeri. Walau banyak negara lain menggugat, menentang, bahkan berusaha menggagalkan, tapi sebagai bangsa yang berdaulat, sebagai bangsa yang besar, Indonesia tidak goyah, bahkan terus maju melangkah. Dimulai dari nikel, bauksit, & tembaga yang akan dilanjutkan dengan timah, serta sektor potensial lainnya, seperti perkebunan, pertanian, dan kelautan.

 

“Alhamdulillah, sampai saat ini telah terbangun smelter dan industri pengolahan untuk nikel, bauksit dan tembaga yang membuka lebih dari 200 ribu lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan negara lebih dari 158 T rupiah selama 8 tahun ini,” ungkapnya.

 

Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia telah mengambil kembali aset yang selama puluhan tahun dikelola oleh pihak asing, yang selama puluhan tahun diambil manfaat besarnya oleh pihak asing seperti Freeport, Blok Rokan dan Newmont. Selain itu, di saat dunia mulai mengarahkan masa depannya ke ekonomi hijau, Indonesia juga tidak ingin kehilangan momentum, karena Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi hijau. Sekitar lebih dari 3.600 GW baik dari energi air, angin, matahari, panas bumi, gelombang laut dan bio energi, sehingga Indonesia terus konsisten mengambil bagian dalam langkah dunia.

 

“Karena kita ingin apa yang berasal dari rakyat, dapat kembali ke rakyat dan bermanfaat maksimal untuk rakyat,” tegasnya.

 

Di penghujung masa jabatannya ini, Presiden Joko Widodo meminta izin untuk menyampaikan suara nurani, kepada seluruh rakyat Indonesia tidak terkecuali, mohon maaf untuk setiap hati yang mungkin kecewa, untuk setiap harapan yang mungkin belum bisa terwujud, untuk setiap cita-cita yang mungkin belum bisa tergapai.

 

“Sekali lagi, kami mohon maaf. Ini adalah yang terbaik yang bisa kami upayakan bagi rakyat Indonesia, bagi bangsa & negara Indonesia. Sebab belum sepenuhnya sesuai dengan harapan dan keinginan Bapak Ibu semua. Namun saya yakin dan percaya, dengan persatuan dan kerjasama kita, dengan keberlanjutan yang terjaga, Indonesia sebagai negara yang kuat dan berdaulat, akan mampu melompat dan menggapai cita-cita Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *