Ads
Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro dan Forkopimda Ikuti Rapat Paripurna Istimewa, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI 

syailendraachmad51
×

Pemkab Bojonegoro dan Forkopimda Ikuti Rapat Paripurna Istimewa, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI 

Sebarkan artikel ini
1723862770880 Copy 540x479

BOJONEGORO||TRANSISI NEWS- Pemkab Bojonegoro yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah bersama seluruh Kepala OPD mengikuti Rapat Paripurna Istimewa, Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT Ke-79 Kemerdekaan RI. Pidato Kenegaraan digelar di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (16/8/2024).

 

Para pejabat pemkab Bojonegoro beserta jajaran Forkopimda, dan tamu undangan lainnya mengikuti agenda tersebut di ruang rapat paripurna gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro. Agenda mendengarkan pidato kenegaraan dipimpin oleh Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar.

 

Dalam pidatonya, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan bahwa selama 10 tahun ini telah mampu membangun fondasi dan peradaban baru, dengan pembangunan yang Indonesia sentris. Membangun dari pinggiran, membangun dari desa dan membangun dari daerah terluar. Sehingga sampai saat ini telah membangun 366 ribu km jalan desa, 1,9 juta meter jembatan desa, 2.700 km jalan tol baru, 6.000 km jalan nasional, 50 pelabuhan dan bandara baru, serta 43 bendungan serta 1,1 juta hektar jaringan irigasi baru.

 

“Sehingga kita berhasil menurunkan biaya logistik dari sebelumnya 24% menjadi 14% di tahun 2023, sehingga kita bisa meningkatkan daya saing dari sebelumnya peringkat 44 menjadi peringkat 27 di tahun 2024,” jelasnya.

 

Presiden mengajak untuk bersyukur bahwa Indonesia merupakan satu dari sedikit negara yang mampu pulih lebih cepat, bahkan terus bertumbuh. Pertumbuhan ekonomi Indonesia terjaga di atas 5%, walau banyak negara tidak tumbuh, bahkan melambat. Wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Maluku justru mampu tumbuh di atas 6% & Maluku Utara mampu tumbuh di atas 20%.

 

“Inflasi juga terkendali di kisaran 2-3%, saat banyak negara mengalami kenaikan yang luar biasa. Bahkan ada yang mencapai lebih dari 200%,” bebernya.

 

Selain itu, angka kemiskinan ekstrim turun dari sebelumnya 6,1% menjadi 0,8% di tahun 2024. Angka stunting mampu turun dari sebelumnya 37% menjadi 21,5% di tahun 2023 & tingkat pengangguran juga mampu ditekan dari sebelumnya 5,7% menjadi 4,8% di tahun 2024.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *