Sementara itu, drg. Fajar Respati Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Bojonegoro menyampaikan bahwa pemerintah dan para stakeholder terus menggiatkan sosialisasi pencegahan Demam Dengue.
“Demam ini sebenarnya sama dengan Demam Berdarah Dengue (DBD). Demam dengue bisa ringan dan mirip flu, sedang DBD adalah dalam kondisi lebih parah,” ucapnya.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya DBD dan cara pencegahannya, termasuk pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan gerakan 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang, dan plus berbagai upaya mencegah gigitan nyamuk).
“Di Kabupaten Bojonegoro untuk kasus DBD pada tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya,” ucapnya.
Meski demikian, drg. Fajar Respati menjelaskan Pemkab terus kampanye bebas DBD dan lebih adaptif terhadap kebutuhan lokal dan tantangan di lapangan. Pelibatan tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, dan media menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.
Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam gerakan pencegahan DBD secara berkelanjutan.
“Hanya dengan kolaborasi, Indonesia bisa terbebas dari ancaman kematian akibat dengue,” imbuhnya.(sy)













