Ads
Peristiwa

Paus Fransiskus Vatikan, Roma, Kini Menetapkan Pastor Bernardus Bofitwos Sebagai Uskup Timika Di Tanah Papua.

mmcnews00
×

Paus Fransiskus Vatikan, Roma, Kini Menetapkan Pastor Bernardus Bofitwos Sebagai Uskup Timika Di Tanah Papua.

Sebarkan artikel ini
Img 20250308 Wa0107

Timika- Transisinews.com. Atas nama Dewan Adat Papua (DAP) kami sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) dengan ini memberi apresiasi setinggi tingginya kepada Paus Fransiskus di Vatikan, Roma yang hari ini Sabtu, 8 Maret 2025 pukul 12:00 siang waktu Roma atau pukul 20:30 wit telah menetapkan seorang Anak Adat Papua Asli atas nama Pastor Bernardus Bofitwos Baru, OSA sebagai Uskup Timika di Tanah Papua.

Kepercayaan yang diberikan oleh Pemimpin Gereja Katolik Roma kepada Pastor Dr Bernard Baru, OSA merupakan kepercayaan kepada Orang Papua Asli untuk ikut terlibat dalam memimpin dan sekaligus menjalankan roda organisasi Gereja Katolik Roma di Tanah Papua, dan khususnya di Keuskupan Timika.

Status Timika sebagai Ibukota Kabupaten Mimika di wilayah Provinsi Papua Tengah akan menjadi perhatian Uskup Timika. situasi lokal Timika dimana terdapat sebuah Mega Industri Tembagapura yang dikelola oleh PT.Freeport Indonesia. Bahkan berbagai instalasi Piri dan Militer yang tersebar di wilayah perkotaan hingga ke kawasan operasi PT Freeport Indonesia bakal menjadi isu hangat yang senantiasa masuk dalam jangkauan perhatian dan analisa Keuskupan Timika.” Kata Sekjen DAP Papua Yan Christian Warinussy Kepada Wartawan Transisinews.

“Okeh sebab itu dengan latar belakang pendidikan doktoral di Universitas Urbanium Roma tahun 2017. DAP yakin Uskup Timika Dr Bernard Baru mampu membawa umat katolik di wilayah pelayanannya ke arah yang Tuhan Yesus Kristus kehendaki serta dapat memberi perlindungan masif bagi umat katolik di Timika dan sekitarnya

dalam wilayah pelayanan Keuskupan Timika. DAP akan senantiasa menempatkan diri sebagai mitra strategis bagi Gereja Katolik Roma secara umum, dan khususnya Keuskupan Timika di masa kini dan masa depan bagi kepentingan perlindungan Hak Masyarakat Adat Papua Asli di Tanah Papua,tutup Warinussy