PONOROGO||TRANSISINEWS — Pembangunan empat Jembatan Garuda berjenis jembatan gantung di Kabupaten Ponorogo telah selesai dikerjakan.
Kehadiran infrastruktur penyeberangan tersebut kini membuka aksesibilitas warga di empat titik, yakni Desa Sidoarjo (Kecamatan Jambon), Desa Mojomati (Kecamatan Jetis), Desa Jalen (Kecamatan Balong), dan Desa Bungkal (Kecamatan Bungkal).
Sebelum jembatan gantung tersebut dibangun, masyarakat di kawasan tersebut kerap menghadapi kendala aksesibilitas harian.
Di Desa Sidoarjo dan Desa Mojomati, warga terpaksa memutar jalan sejauh 4 kilometer untuk mengakses fasilitas pendidikan dan mengangkut hasil pertanian.
Kondisi serupa dialami warga Desa Jalen dan Dadapan di Kecamatan Balong yang terpisah aliran sungai selama puluhan tahun, serta warga Desa Bungkal yang kerap mempertaruhkan keselamatan menyeberangi sungai berarus deras saat musim hujan.
Pjs. Kasiter Korem 081/DSJ Mayor Arm Timbul Moedjihartoyo menyampaikan bahwa program Jembatan Garuda merupakan inisiasi Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan oleh TNI AD untuk mengatasi keterbatasan akses masyarakat di daerah.
”Program ini adalah bentuk kehadiran negara untuk membuka akses yang selama ini terkendala maupun memberikan akses yang lebih mudah dan aman bagi masyarakat,” ujar Mayor Arm Timbul Moedjihartoyo usai meninjau lokasi, Selasa (8/9/2026).
Pihak Korem 081/DSJ mencatat bahwa pembukaan akses infrastruktur ini memberi dampak langsung pada efisiensi waktu tempuh anak sekolah, pemangkasan biaya distribusi hasil tani, hingga percepatan konektivitas ekonomi antardesa di wilayah Ponorogo.(red)













