Lebih dari sekadar perbaikan akses, aksi ini disebut sebagai simbol kemandirian warga Desa Kara.
Muhyi mengajak masyarakat untuk tidak selalu bergantung pada keterbatasan anggaran pemerintah dalam menangani kebutuhan mendesak.
”Karena jalan ini kita gunakan bersama, sudah sepatutnya kita merawatnya. Gotong royong ini kami niatkan sebagai amal jariyah serta bentuk tanggung jawab moral,” tambahnya.
Meski pengerjaan tahap pertama tengah berjalan, Muhyi mengakui bahwa pihaknya masih membutuhkan dukungan materiil.
Ia membuka pintu bagi para donatur yang ingin berkontribusi mengingat masih adanya kekurangan bahan bangunan di lapangan.
Ia menutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat. “Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang diberikan. Amin,” pungkasnya.(Tss)













