Ads
PemerintahanPolri

Kapolres Tuban AKBP Suryono Dampingi Kementan Tinjau Panen Jagung di Tuban

syailendraachmad51
×

Kapolres Tuban AKBP Suryono Dampingi Kementan Tinjau Panen Jagung di Tuban

Sebarkan artikel ini
06 27 03 Img 20240319 Wa0101 768x512

TUBAN || TRANSISI NEWS – Direktur jenderal (Dirjen) tanaman pangan kementerian pertanian DR. Ir. Suwandi, M.Si., melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tuban Jawa Timur tepatnya di desa ngimbang kecamatan palang, Selasa (19/03/2024).

 

Didampingi Tim Satuan tugas (Satgas) pangan Mabes Polri Brigjen Pol. Helfi Assegaff, S.H., S.I.K., M.H., selaku Wakasatgas Pangan Polri Dirjen tanaman pangan kementerian pertanian melakukan panen raya jagung di atas tanah seluas 517 hektar dengan varietas NK 7328 Sumo yang rata-rata bisa menghasilkan 7 ton jagung per hektar.

 

Menurut Suwandi dalam agenda panen jagungnya hari ini mengatakan bahwa kabupaten Tuban merupakan sentra jagung tidak hanya di Jawa Timur namun juga Nasional, meskipun di tanam dilahan kering tadah hujan namun produktivitas tanaman jagung di Tuban mampu mencapai IP 200 dimana mampu menghasilkan jagung hingga 7 ton per hektar.

 

“Dan kita langsung buat komitmen bersama untuk penyerapan hasil panen ini” ucap Suwandi.

 

Menurut Suwandi dari data yang masuk produktivitas jagung nasional dalam 4 bulan pertama tahun ini mengalami peningkatan diatas 5 juta ton dibandingkan 4 bulan pertama di tahun lalu masih dibawah 5 juta ton.

 

“ini kesempatan yang baik buat petani, kebutuhan jagung peternak bisa terlayani dan hasil petani bisa terserap” Imbuhnya.

 

06 29 46 Img 20240319 Wa0099 768x512

 

Saat ini harga jagung bervariasi di berbagai daerah, menurut data hasil pantauan dari Kementan terdapat 55 titik mengalami penurunan antara 3.000 dan paling tinggi dibawah 4.200 yang menjadi Harga Acuan pemerintah (HAP) yang telah ditetapkan dengan kadar air 12 persen.

 

“Namun dibeberapa daerah yang aksesnya bagus, juga harganya bagus diatas HAP termasuk di Tuban” jelasnya.

 

Ditempat yang sama Brigjen Helfi Assegaf, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kehadirannya dalam rangka mendampingi kementerian pertanian melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan jagung di lapangan, hal tersebut berLebih kaitan dengan ketersediaan pakan ternak yang bisa berdampak pada harga ayam dan telur.

 

“Kita harapkan semuanya mendapatkan keuntungan baik petani maupun peternak ayam” terang Helfi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *