“Kritik adalah energi positif jika dimaknai sebagai proses problem solving. Bojonegoro seirama dengan visi Jatim sebagai gerbang baru nusantara, menuju daerah yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” katanya.
Rapat pleno ini sendiri, menurut Ketua HMI Jawa Timur, M. Yusfan Firdaus, adalah momen strategis untuk menyampaikan ide terkait program prioritas pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun daerah.
“Mari kita mulai dari Bojonegoro untuk Indonesia. HMI tidak hanya fokus pada organisasi dan pengkaderan, tetapi juga mencari talenta,” ujarnya.
Sebelumnya, HMI Jatim menggelar lomba pidato bahasa Inggris tingkat SMA di Pendopo Malowopati, Kamis (7/8/2025). Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur. Ia juga menekankan pentingnya soliditas antaranggota HMI, pemerintah, dan akademisi.
“Tujuan kita harus dicapai bersama. Sinergi adalah kunci untuk mendukung program prioritas pemerintah,” tutupnya.(red)













