“TKA ini dirancang untuk mendorong guru agar terus berkembang. Jika gurunya hebat, kualitas pendidikan di Bojonegoro pasti ikut meningkat. Peningkatan kompetensi ini akan berdampak langsung pada proses belajar di kelas dan berkontribusi nyata terhadap kenaikan IPM daerah,” ujar Nurul Azizah di hadapan para peserta.
Sepanjang kegiatan, para guru tidak hanya mendapatkan pemahaman teknis mengenai pelaksanaan TKA, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai tantangan pendidikan modern.
Sosialisasi ini bertujuan agar para tenaga pendidik memiliki standar akademik yang mumpuni serta mampu beradaptasi dengan inovasi pembelajaran terbaru.
Pemerintah Kabupaten berharap melalui skema evaluasi dan pengembangan kompetensi ini, sinergi antara Dinas Pendidikan dan tenaga pendidik semakin solid.
Dengan demikian, target pemerataan kualitas pendidikan dan peningkatan daya saing daerah dapat tercapai secara berkelanjutan.(red/pim)













