Ads
NasionalPolitikRagam

Arena Muktamar ke-35 NU Tambakberas Bergema, Ketua DPRD Bojonegoro Abdullah Umar Tekankan Pentingnya Ukhuwah dan Adaptasi Zaman

syailendraachmad51
×

Arena Muktamar ke-35 NU Tambakberas Bergema, Ketua DPRD Bojonegoro Abdullah Umar Tekankan Pentingnya Ukhuwah dan Adaptasi Zaman

Sebarkan artikel ini
IMG 20260827 WA0216

​JOMBANG||TRANSISINEWS– Perhelatan akbar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, menyedot perhatian berbagai elemen bangsa.

 

Tak terkecuali Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, H. Abdullah Umar S.Pd., bersama Bupati Setyo Wahono yang hadir langsung menyatu di tengah ribuan warga Nahdliyin pada Kamis (27/08/2026).

 

​Kehadiran sosok pimpinan legislatif Bojonegoro tersebut menjadi wujud dukungan moral serta kepedulian atas agenda strategis jam’iyah Nahdlatul Ulama dalam menentukan arah perjuangan organisasi ke depan.

 

​Abdullah Umar, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Bojonegoro, menyampaikan bahwa forum Muktamar memiliki bobot historis dan kebangsaan yang sangat krusial.

 

Menurutnya, peran rekam jejak NU senantiasa menjadi pilar utama penjaga keutuhan NKRI dan penuntun dakwah Islam yang moderat di Indonesia.

 

​“Muktamar NU ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, memperkuat khidmah, dan merumuskan langkah NU dalam menghadapi tantangan zaman,” ujar Abdulloh Umar saat ditemui di arena Muktamar.

 

​Menanggapi dinamika permusyawaratan organisasi yang kerap berlangsung hangat, Abdullah Umar mengimbau seluruh warga Nahdliyin untuk senantiasa mengedepankan asas tabayun serta merawat persaudaraan.

 

​Ia menegaskan bahwa keragaman sudut pandang di dalam musyawarah adalah hal lumrah, selama tidak mencederai semangat ukhuwah islamiyah dan kebangsaan.

 

​“Yang paling penting adalah bagaimana Muktamar ini menghasilkan keputusan yang terbaik untuk NU. Perbedaan pilihan atau pandangan jangan sampai menghilangkan ukhuwah. Setelah Muktamar selesai, seluruh warga Nahdliyin harus kembali bersama-sama menjalankan khidmah,” tegasnya.

 

​Lebih lanjut, Abdullah Umar menaruh harapan besar agar nahkoda kepemimpinan NU mendatang mampu membawa organisasi bersikap adaptif terhadap laju teknologi dan dinamika ekonomi tanpa mencabut nilai-nilai luhur pesantren.

 

​Pelaksanaan Muktamar ke-35 di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas—salah satu pesantren bersejarah penopang berdirinya NU—menurutnya harus dijadikan pengingat akan kekuatan moral dan kultural yang dimiliki Nahdlatul Ulama.

 

​“NU harus terus hadir memberikan solusi. Kita harus mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi tidak boleh kehilangan jati diri. Tradisi pesantren, nilai Ahlussunnah wal Jamaah, dan semangat kebangsaan harus tetap menjadi pijakan,” jelasnya.

 

​Mengakhiri keterangannya, Abdullah Umar mengajak segenap warga Nahdliyin, khususnya kalangan muda, untuk memetik nilai keteladanan dari gelaran Muktamar ini guna memperkuat pengabdian nyata di tengah-tengah masyarakat. (red)

error: Content is protected !!