BOJONEGORO||TRANSISINEWS- Anggota DPR-RI H. Eko Wahyudi, S.Sos., (tautan tidak tersedia), dan Direktur Utama Koperasi Kareb Dr. H. Sriyadi Purnomo secara tegas menyuarakan penolakan terhadap rencana kenaikan cukai Sigaret Kretek Tangan (SKT). Mereka menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan petani tembakau dan industri rokok padat karya di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Eko Wahyudi menyatakan bahwa penurunan daya beli masyarakat harus menjadi pertimbangan serius sebelum pemerintah memutuskan kenaikan cukai tembakau.
“Kalau kita lihat sekarang, daya beli masyarakat turun. Ini jelas berpengaruh terhadap industri. Kalau cukai dinaikkan, dampaknya akan kembali ke masyarakat dan petani tembakau. Kita sebagai wakil rakyat dari dapil sini tentu akan menyuarakan agar kenaikan cukai SKT ini ditinjau kembali,” tegas Eko Wahyudi pada Minggu (14/9/2025).
Ia juga menyoroti masalah peredaran rokok tanpa cukai yang marak dan merugikan produksi rokok resmi.
“Kita harus berpikir menyeluruh. Semua pihak, baik petani maupun industri, harus berada pada frekuensi yang sama demi keberlangsungan bersama,” tambahnya.
Direktur KAREB, Sriyadi Purnomo, yang juga Ketua Mitra Produksi Sigaret Indonesia, mengharapkan pemerintah dan DPR RI untuk tidak menaikkan cukai maupun Harga Jual Eceran (HJE) rokok SKT padat karya.
“Kami mohon kepada teman-teman anggota DPR RI agar melihat realita di lapangan. Daya beli masyarakat sedang turun. Kalau cukai dan HJE dinaikkan, industri legal seperti SKT padat karya akan semakin tertekan. Kami berharap minimal tiga tahun ke depan tidak ada kenaikan cukai dan HJE,” ujarnya.
Sriyadi Purnomo memperingatkan bahwa kenaikan cukai dapat memperluas peredaran rokok ilegal dan berpotensi menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Sampai saat ini Alhamdulillah kondisi kita masih stagnan, belum ada PHK. Tapi kalau rokok makin mahal, daya beli turun, produksi ikut turun, ini bisa mengarah ke PHK. Semoga hal itu tidak terjadi di tempat kita,” pungkasnya.
Pernyataan ini disampaikan seusai kegiatan Senam Sehat Bersama dalam rangka peringatan HUT ke-49 Koperasi Kareb Bojonegoro yang berlangsung di Lapangan Mitra Produksi Sigaret (MPS) Kapas dan diikuti ribuan pekerja, anggota koperasi, serta jajaran Forkopimda Bojonegoro.













