PURBALINGGA||TRANSISINEWS – Di tengah gempuran modernisasi yang kian mengikis kelestarian budaya lokal, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga memilih cara unik dan bermakna dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Lewat kolaborasi ciamik bersama Paguyuban Pemuda Mixking, perayaan kemerdekaan tahun ini disulap menjadi panggung kebudayaan yang memikat perhatian ratusan warga.
Kemeriahan puncak peringatan ditandai dengan pementasan seni tradisional Kuda Lumping dan Tari Lengger.
Pertunjukan megah ini dibawakan langsung oleh grup seni Turonggo Tunggal Asih, kelompok seniman lokal yang bersekretariat di RT 03 RW 03 Dusun Biting, Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet, Purbalingga.
Alunan musik gamelan dan gerakan tari yang magis sukses menyedot antusiasme masyarakat setempat yang memadati lokasi acara.
Langkah mengedepankan pertunjukan seni tradisional ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan manifestasi rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus benteng pertahanan budaya Jawa Tengah yang makin terancam punah.
Salah satu perwakilan penyelenggara mengatakan bahwa di zaman modernisasi ini, seni tradisional kita makin terpinggirkan.
Menurutnya, melalui momen HUT RI ke-81, kami ingin membangkitkan kembali kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur.
“Pementasan Kuda Lumping dan Tari Lengger ini adalah bukti komitmen kami agar seni budaya Jawa Tengah tidak hilang ditelan zaman,” ujar perwakilan penyelenggara di sela-sela acara. Minggu (30/08/2026).
Warga setempat menyebut Acara tahun ini sangat berkesan dan meriah.
“Kami sebagai warga sangat bangga dan berterima kasih karena pementasan Kuda Lumping serta Tari Lengger ini kembali diangkat,” ungkap roy.
Ia membeberkan bukan hanya sekedar hiburan gratis, ini penting sekali supaya anak-anak muda zaman sekarang tahu dan ikut melestarikan budaya asli kita.
Melalui sinergi antara pemerintah desa, organisasi pemuda, dan kelompok seni daerah, kemerdekaan Indonesia tidak hanya dirayakan dengan suka cita, tetapi juga dirawat melalui pelestarian identitas bangsa.(roy)













