SURABAYA||TRANSISINEWS – Program Studi (Prodi) Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bergerak cepat menyelaraskan mutu akademis dengan kebutuhan dunia kerja nyata. Langkah ini diwujudkan melalui Forum Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) Bersama Mitra (Stakeholder) yang digelar pada Rabu (15/7/2026).
Agenda strategis ini sengaja melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari perwakilan DPRD Jawa Timur, DPRD Kota Surabaya, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim, pemerintah daerah, hingga organisasi media massa.
Koordinator Prodi Ilmu Politik UNESA, Dr. Mochamad Arif Affandi, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa pelibatan aktif para mitra ini merupakan komitmen konkret kampus demi memastikan kurikulum yang diterapkan adaptif terhadap dinamika industri modern.
”Kami ingin memastikan lulusan Ilmu Politik UNESA tidak hanya menguasai teori demokrasi dan tata kelola pemerintahan secara normatif. Lebih dari itu, mereka harus dibekali kemampuan analisis kebijakan, riset berbasis data, komunikasi publik, serta literasi digital yang kuat agar langsung siap pakai di dunia kerja,” ujar Arif.
Melalui forum ini, lanjut Arif, pihak akademisi dapat menyerap masukan berharga, salah satunya terkait penguatan bekal praktis mahasiswa sebelum terjun ke program magang. UNESA berkomitmen mengintensifkan metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), studi kasus, dan perluasan pengalaman lapangan.
Gayung bersambut, perwakilan DPRD Jawa Timur, Abdullah Abu Bakar, S.E., mengamini pentingnya bekal aplikatif bagi mahasiswa. Menurutnya, lembaga legislatif saat ini sangat membutuhkan sokongan analis muda yang cakap di bidang teknis.













