Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Ketua PMI Bojonegoro, Ninik Susmiati, kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat aktif. Menurut Ninik, hasil dari sosialisasi dan pelatihan ini akan segera ditindaklanjuti dengan program riil pengurangan risiko bencana di wilayah sasaran.
Program pembekalan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang PMI Kabupaten Bojonegoro untuk mencetak masyarakat yang tangguh dan responsif dalam menghadapi ancaman bencana. Dengan kesiapan warga yang matang, dampak kerugian material maupun korban akibat luapan musiman Sungai Bengawan Solo diharapkan dapat diminimalkan sedini mungkin.
Selain dihadiri oleh jajaran pelaksana program dan perwakilan desa sasaran, pembukaan pelatihan ini turut dihadiri oleh Pengurus PMI Kabupaten Bojonegoro Bidang SDM Djamari, serta Kepala Markas PMI Kabupaten Bojonegoro Nur Hamid.(sy/*)













