Polri

KKB Berulah Di- Paniai, Yan Warinussy Angkat Bicara Dan Mendesak Kapolda Papua

mmcnews00
×

KKB Berulah Di- Paniai, Yan Warinussy Angkat Bicara Dan Mendesak Kapolda Papua

Sebarkan artikel ini
Img 20240320 Wa0085

Papua- Transisinews.com. Jaringan Damai Papua (JDP) Yan Christian Warinussy menyatakan keprihatinannya atas peristiwa tragis yang mengakibatkan meninggal dunianya 2 (dua) orang personil anggota Polri dari Unit Patroli Pos Polisi Ndeotadi 99, Distrik Baya Biru, Kabupaten Paniai, akibat peristiwa penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK), Rabu (20/3- 2024) sekitar pukul 08:00 wit. Sebagai JDP menerima informasi sebagaimana laporan dari Kapolres Paniai via WhatsApp yang ditujukan Kepada Kapolda Papua.

Sebagai Juru Bicara (Jubir) JDP, saya menyampaikan pandangan. kami bahwa segenap pihak yang terus terlibat dalam pertikaian bersenjata di Tanah Papua, baik dari TNI dan Polri maupun Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang seringkali dikenakan sebutan sebagai Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) atau Kelompok Kriminal Sipil Teroris (KKST). Seyogyanya para pihak ini sudah mesti menyadari bahwa mengedepankan praktek kontak senjata senantiasa akan menimbulkan kerugian di setiap pihak

“mereka dan senantiasa akan menjadi pemicu konflik berkepanjangan di Tanah Papua. Sudah lebih dari 50 tahun sejak tahun 1963, konflik bersenjata ini terus terjadi dan koan meningkat diantara para pihak tersebut. JDP turut berduka yang dalam atas jatuh korban 2 (di) orang anggota Polri atas nama Bripda Arnaldo Fhin J.V.Yawan/98040135 jabatan Ba.Unit Patroli Pos Polisi Ndeotadi 99 dan Bripda Sank Defrit Sayori/00120163 jabatan Ba.Unit Patroli Pos Polisi Ndeotadi 99 hari ini. Apalagi kejadian ini diduga keras terjadi dilokasi pendulangan Ndeotadi 99.

Sehingga perlu dilakukan investigasi, guna mengungkapnya kematian sia- sia kedua korban anggota Polri dan anak asli Papua tersebut. JDP mendorong Kapolda Papua untuk mengambil langkah tegas, demi memberi kesempatan bagi keluarga korban untuk memperoleh keterangan yang jujur dan bertanggungjawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *