Rakyat pemilih juga mesti tidak mudah terpengaruhi untuk memilih caleg- caleg yang mudah mempengaruhi keterpilihan dengan cara- cara busuk dan kotor, misalnya melalui politik uang (money politic). Hal ini pula dapat diduga terjadi dengan adanya caleg yang menggunakan uang aspirasi politik rakyat untuk membuat sejumlah pernak- pernik Natal dan Tahun Baru di sejumlah wilayah pemilihannya kelak dengan diiming- imingkan rakyat akan memilihnya pada pemilu legislatif 14 Februari 2024 mendatang ?
Yang seperti ini seyogyanya dikawal oleh rakyat pemilih, termasuk para pemantau Pemilu maupun lembaga pengawas pemilu seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua Barat. Saya juga mendorong rakyat pemilih di Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua Barat untuk lebih Kristis dan Argumentatif dalam menilai setiap caleg yang hendak “menawarkan” dirinya pada masa kampanye pemilu legislatif Tahun 2024 mendatang saat ini. Ungkap Yan Christian Warinussy Orang Asli Papua
Rakyat pemilih tidak boleh terjebak dalam lingkaran nepotisme dan kolusi semata. Tetapi rakyat pemilih mesti mampu menilai dan memberi kepercayaan suara dan aspirasi politiknya pada caleg-caleg yang benar memiliki konsep dan cara menterjemahkan secara praktis konsep tersebut pada aras legislasi dan finansial serta dapat dikawal atau diawasi atau dikontrol pada tingkat aktualisasinya kelak.













