Berbagai capaian tersebut turut mengantarkan Kabupaten Bojonegoro meraih sejumlah penghargaan. Di tingkat kabupaten, Dinas Kesehatan berhasil meraih Juara 1 Bojonegoro Innovative Award (BIA) serta memperoleh Indeks Kepuasan Masyarakat dengan kategori sangat baik.
Pada tingkat Provinsi Jawa Timur, Bojonegoro masuk dalam Top 45 Finalis KOVABLIK kategori penyedia layanan kesehatan, ditetapkan sebagai kabupaten/kota dengan capaian CKG yang mencapai target. Serta meraih Juara 3 Lomba Iklan Layanan Masyarakat (ILM) tingkat Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, di tingkat nasional, Kabupaten Bojonegoro dinobatkan sebagai kabupaten/kota dengan kinerja terbaik dalam percepatan penurunan stunting, serta kabupaten/kota berkinerja baik dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2025. Selain itu, Bojonegoro juga meraih status Kabupaten Bebas Frambusia dan memperoleh Penghargaan Swasti Saba Padapa atas penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat.
Capaian tersebut tidak terlepas dari pengembangan berbagai inovasi layanan kesehatan, di antaranya SIGAP Plus PSC 119 sebagai sistem layanan kegawatdaruratan terintegrasi bersama BPBD dan DAMKARMAT, WASIAT (WhatsApp Integrasi Antrian Online Rumah Sakit), SATELIT (Saluran Telemedisin Puskesmas Terintegrasi), serta GADA EMAS, inovasi kegawatdaruratan berbasis partisipasi masyarakat. (red)













