“Melalui kolaborasi Forkopimda dan masyarakat, kita ingin menunjukkan bahwa Bitung bukan hanya kota industri, tapi juga kota hijau yang peduli pada keberlanjutan lingkungan,” kata Rudy.
Selain Forkopimda, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan komunitas lingkungan, pelajar, dan kelompok sadar wisata.
“Mereka bersama-sama menanam ratusan bibit mangrove di sepanjang garis pantai Batu Angus. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko abrasi serta menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan wisata tersebut.
Festival Pesona Selat Lembeh 2025 sendiri menjadi momentum penting untuk memperkenalkan keindahan bahari, budaya, dan kuliner Kota Bitung kepada wisatawan nasional maupun mancanegara.
Penanaman mangrove ini menjadi simbol sinergi antara pelestarian lingkungan dan pengembangan destinasi wisata yang ramah alam.
Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Kota Bitung berkomitmen menjadikan kegiatan seperti ini sebagai agenda rutin agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh generasi mendatang.













