Dalam forum tersebut, Ahmad Supriyanto menyoroti berbagai tantangan teknis dan hambatan yang memengaruhi realisasi APBD 2025.
Ia mendesak agar seluruh kendala tersebut dijadikan bahan perbaikan total dalam penyusunan dan pelaksanaan anggaran di tahun mendatang.
”Proyeksi pelaksanaan APBD 2026 diharapkan disusun secara realistis, terukur, dan benar-benar berorientasi pada prioritas pembangunan daerah,” tegas mas pri (sapaan akrabnya).
Komisi C kembali menegaskan pentingnya perencanaan anggaran yang tepat sasaran demi mendukung peningkatan kualitas infrastruktur, pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.
Sinkronisasi antara perencanaan dan penganggaran juga menjadi perhatian serius.
Ahmad Supriyanto berharap dengan koordinasi yang lebih baik, pelaksanaan APBD tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Kabupaten Bojonegoro.













