Ads
Pemerintahan

Pemdes Junok Sampang Tetap Teguh Mebangun di Tengah Pemotongan DD

syailendraachmad51
×

Pemdes Junok Sampang Tetap Teguh Mebangun di Tengah Pemotongan DD

Sebarkan artikel ini
IMG 20260811

SAMPANG||TRANSISINEWS — Pemerintah Desa (Pemdes) Junok, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Madura, menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga arah pembangunan desa agar berjalan secara terukur, meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal dan adanya pemotongan Dana Desa (DD).

Dalam situasi tersebut, pemerintah desa dituntut semakin cermat dalam menyusun skala prioritas agar setiap program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Desa (Musdes) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 yang digelar di Balai Desa Junok, Selasa (10/8/2026) pukul 09.12 WIB.

Kegiatan tersebut berlangsung partisipatif dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Penjabat Kepala Desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI), Pendamping Lokal Desa (PLD), tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda.

Musdes menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah pembangunan desa secara lebih terukur, sekaligus memastikan setiap usulan program benar-benar berpijak pada kebutuhan riil masyarakat.

Di tengah keterbatasan anggaran, setiap rencana pembangunan tidak hanya dituntut memenuhi aspek administratif, tetapi juga harus memiliki urgensi, manfaat langsung, dan dampak nyata bagi warga, terutama di wilayah yang paling membutuhkan perhatian.

Penjabat (PJ) KepalaDesa Junok, Satibiy, menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan pemerataan pembangunan dengan memprioritaskan dusun-dusun yang dinilai paling mendesak kebutuhannya.

“Kami tetap memprioritaskan dusun yang paling mendesak untuk kebutuhan pembangunan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.

Lebih lanjut, Satibiy menjelaskan bahwa arah pembangunan Desa Junok ke depan tidak hanya terfokus pada sektor fisik, tetapi juga menyentuh bidang nonfisik yang dinilai sama pentingnya bagi kemajuan desa.

Sejumlah program yang menjadi perhatian mencakup bidang pendidikan, kesehatan, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, keseimbangan antara pembangunan fisik dan nonfisik menjadi kunci agar pembangunan desa tidak hanya tampak dari sisi infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak luas terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Imbuhnya

Dalam forum musyawarah tersebut, sejumlah usulan juga disampaikan perwakilan warga antar dusun setemoat.

Di antaranya perhatian terhadap kesejahteraan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dinilai perlu mendapat dukungan serius dari pemerintah setempat, mengingat pendidikan usia dini merupakan fondasi penting bagi generasi mendatang.

Selain itu, warga juga mengusulkan pemeliharaan embung air atau penampungan air, pamsangan paving, PJU, rabat beton, serta pelengsengan.(tss)