BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Penyelenggaraan Olimpiade Matematika tingkat SD/MI di Bojonegoro menuai sorotan tajam dari publik.
Kegiatan yang seharusnya memberikan dampak positif bagi pendidikan di Kabupaten Bojonegoro justru diwarnai dengan kekacauan dan dugaan pelanggaran regulasi.
Ahmad Supriyanto, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, menyatakan bahwa pihaknya sangat serius memantau dan mencermati pemberitaan mengenai carut-marut penyelenggaraan Olimpiade Matematika.
“Kami mengikuti dan mencermati dengan sangat serius pemberitaan mengenai carut-marut penyelenggaraan Olimpiade Matematika yang belakangan ini menjadi sorotan tajam publik,” ujarnya. Senin (08/12/2025)
Supriyanto menekankan bahwa keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan acara ini.
“Laporan mengenai kekacauan, dugaan pelanggaran regulasi, dan terabaikannya aspek keselamatan ribuan anak peserta adalah masalah yang sangat mendesak dan tidak bisa ditoleransi,” tambahnya dengan nada geram.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro meminta agar pihak terkait segera melakukan investigasi dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kekacauan ini.
“Kami meminta agar pihak terkait segera melakukan investigasi dan tindak tegas penyelenggara,” kata Supriyanto.
Olimpiade Matematika ini diharapkan dapat menjadi ajang yang positif bagi anak-anak Bojonegoro untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang matematika.
Namun, kekacauan ini telah merusak citra acara ini dan membuat orang tua peserta khawatir akan keselamatan anak-anak mereka. (Sy)













