Ads
Pemerintahan

Nakhoda Baru Dewan Pendidikan Bojonegoro Resmi Dikukuhkan, Setyo Wahono Titipkan Misi Pemetaan Kasus Anak Tidak Sekolah

syailendraachmad51
×

Nakhoda Baru Dewan Pendidikan Bojonegoro Resmi Dikukuhkan, Setyo Wahono Titipkan Misi Pemetaan Kasus Anak Tidak Sekolah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260626 WA0075

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro resmi mengukuhkan kepengurusan Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro periode 2026–2030.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono di Ruang Angling Dharmo, Gedung Pemkab Bojonegoro. Kamis (25/06/2026).

​Langkah taktis ini menjadi komitmen awal pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi segitiga antara birokrasi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan sektor pendidikan demi mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia di Kabupaten Bojonegoro.

​Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa pembangunan sektor Sumber Daya Manusia merupakan investasi terbesar dan mutlak yang harus dipersiapkan sejak dini.

Menurutnya, parameter kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari masifnya pembangunan fisik infrastruktur, melainkan dari kualitas kompetensi generasi penerus yang akan memimpin Bojonegoro di masa mendatang.

​”Tantangan kita ke depan adalah menyiapkan investasi manusia yang memiliki kualitas dan daya saing tinggi. Kita harus memikirkan bersama apa yang bisa kita lakukan hari ini untuk kemajuan pendidikan Bojonegoro di masa depan,” tegas Setyo Wahono.

​Bupati berlatar belakang praktisi sosial ini mengakui bahwa mendongkrak capaian Indeks Pembangunan Manusia bukanlah pekerjaan instan yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Salah satu tantangan utama di internal daerah yang wajib diintervensi secara serius saat ini adalah masih tingginya Angka Anak Tidak Sekolah di sejumlah kantong wilayah Bojonegoro.

​Guna mengurai benang kusut tersebut, Setyo Wahono meminta jajaran pengurus Dewan Pendidikan yang baru dilantik untuk mengambil peran lebih agresif dan turun ke lapangan dalam memetakan rincian persoalan pendidikan hingga ke tingkat desa.

Hasil validasi data dan pemetaan itu nantinya diharapkan mampu menjadi instrumen rujukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

​Di samping itu, Dewan Pendidikan juga diproyeksikan menjadi jembatan komunikasi yang responsif antara pemerintah daerah, wali murid, institusi sekolah, hingga elemen sektor swasta.

Fungsi pengawasan yang melekat pada lembaga ini harus dimaksimalkan untuk mengawal pelaksanaan program pendidikan agar berjalan akuntabel, sekaligus aktif memberikan rekomendasi strategis ke meja kepala daerah.

​Melalui pengukuhan kepengurusan baru ini, Pemkab Bojonegoro berharap konvergensi dan kolaborasi dalam dunia pendidikan dapat berjalan semakin solid.

Sinergi ini ditargetkan mampu menelurkan berbagai terobosan kebijakan yang berpihak pada masa depan peserta didik, guna mencetak generasi Bojonegoro yang cerdas, berkarakter, memiliki daya saing global, namun tetap menjunjung tinggi nilai moral dan etika.(red/pim)