Ads
Opini

Masjid Viral Bojonegoro: Nama Samin Baitul Muttaqin Dipaksakan, Makna Dipertaruhkan

syailendraachmad51
×

Masjid Viral Bojonegoro: Nama Samin Baitul Muttaqin Dipaksakan, Makna Dipertaruhkan

Sebarkan artikel ini
IMG 20251217

Dalam konteks ini, nama masjid bukan detail kecil.

Ia adalah pesan pertama. Nama yang membawa identitas spesifik akan selalu dibaca sebagai penanda kepemilikan simbolik.

Ini berbahaya, karena masjid seharusnya menyambut, bukan menyaring.

An-Nahdla berarti kebangkitan.

Nama ini netral, inklusif, dan telah lama hidup dalam ingatan masyarakat.

Menghapusnya tanpa musyawarah luas bukan sekadar mengganti nama, tetapi menghapus kesepakatan sosial yang selama ini menjaga masjid tetap rukun.

Masjid, menurut tradisi pesantren, adalah ruang paling egaliter.

Semua sama dalam sujud. Ketika nama masjid membawa identitas tertentu, kesetaraan itu runtuh perlahan.

Muncul rasa sungkan, jarak psikologis, dan tafsir kepemilikan. Kerusakannya senyap, tetapi nyata.

Kaidah fikih menegaskan: dar’ul mafasid muqaddam ’ala jalbil mashalih mencegah kerusakan harus didahulukan.

Gus Dur mengingatkan: kebijakan pemimpin harus membawa ketenteraman.

Jika sebuah keputusan justru memicu kegelisahan dan polarisasi simbolik, maka kebijakan itu secara etis telah gagal.

Masyarakat jangan lengah. Hari ini yang diganti adalah papan nama. Besok yang berubah adalah cara orang memandang masjid.

Lusa, masjid tak lagi terasa sebagai rumah bersama.

Jika ini dibiarkan, masjid wisata akan menjadi bangunan indah namun kosong ruhnya, monumen identitas yang dingin.

Bertanya lebih keras bukan pembangkangan, melainkan ikhtiar menjaga masjid tetap milik semua. Jangan tunggu hingga kesalahan simbolik ini diwariskan dan tak lagi bisa diperbaiki.

 

Penulis : K. Harsono .

#K. Harsono merupakan Salah Satu Tokoh NU Bojonegoro. Beliau Merupakan salah satu Kyai yang konsen dalam isu isu keagamaan dan pesantren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *