Namun, di tengah derasnya arus modernisasi, budaya ini mulai tergerus. Oleh karena itu, lewat forum ini semua pihak diajak bersatu untuk melestarikan identitas budaya dan jati diri bangsa.
“Kalau kita tidak bergerak bersama melestarikan budaya, maka anak cucu kita akan kehilangan akar sejarahnya sendiri,” imbuhnya.
Tokoh masyarakat Samin, Bambang Sutrisno, menyambut baik kunjungan istimewa ini dan mengapresiasi rencana kerja sama antara masyarakat Samin dan petani dalam program pengelolaan hutan berbasis masyarakat.
Rapat koordinasi PAKEM ini bukan hanya menjadi forum koordinasi formal, tapi juga jadi ruang pemantik semangat kebangsaan dalam menjaga warisan leluhur yang sarat nilai luhur dan filosofi masyarakat.
Sinergi antar instansi diharapkan mampu menciptakan suasana damai dan harmonis di tengah keberagaman masyarakat.
Acara ditutup dengan makan bersama dan ziarah ke petilasan Mbah Surosentiko tokoh pendiri ajaran Samin.(red)













