Kemeriahan bahkan sudah pecah sejak malam sebelum peluncuran lewat suguhan berbagai hiburan rakyat dan pementasan seni budaya lokal di sepanjang bantaran Kali Pacal.
Ketua TP PKK Bojonegoro, Cantika Wahono, menegaskan momentum CFD harus ditangkap sebagai peluang emas bagi perajin dan pedagang lokal untuk memperluas penetrasi pasar.
Ia memastikan pemkab akan mengawal ekosistem bisnis ini lewat pendampingan komprehensif hulu-hilir.
“Kami dari Dekranasda dan TP PKK siap memberikan pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM di kawasan Kali Pacal ini. Mulai dari pengurusan legalitas usaha, standarisasi kualitas produk, perbaikan desain kemasan (packaging), hingga strategi pemasaran digital yang lebih efektif,” tegas Cantika.
Di sisi lain, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah melayangkan apresiasi tinggi atas inisiatif cerdas jajaran Kecamatan Sukosewu yang dinilai sukses mentransformasi kawasan wisata alam menjadi ruang publik yang sangat produktif.
Nurul Azizah menjabarkan bahwa rancang bangun Pesona Kali Pacal CFD ini linier dengan lima pilar prioritas pembangunan Kabupaten Bojonegoro, yakni akselerasi pengentasan kemiskinan, peningkatan laju pertumbuhan ekonomi, penguatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menekan angka pengangguran terbuka, serta penguatan konektivitas wilayah.
“Aktivitas komunal seperti ini bernilai sangat positif karena memiliki daya ungkit riil bagi pendapatan masyarakat desa. Di tengah tantangan penyesuaian kapasitas fiskal daerah saat ini, Pemkab Bojonegoro berkomitmen tetap fokus memperkuat fondasi dasar kesejahteraan melalui sektor pertanian, pelayanan kesehatan gratis, serta penguatan kemandirian ekonomi UMKM lokal,” pungkas Wabup.
Melalui peresmian Pesona Kali Pacal CFD, kawasan Sukosewu kini diproyeksikan tumbuh sebagai sentra pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Bojonegoro yang menyatukan konsep olahraga, wisata alam, panggung hiburan, dan ketahanan ekonomi kreatif warga. (red/pim*)













