Papua Barat – Transisinews.com. genap 2 (dua) tahun terjadinya peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Penatua Advokat Yan Christian Warinussy tepat di depan Bank Mandiri, jalan Yos Sudarso, Sanggeng – Manokwari Papua Barat pada tanggal 17 Juli 2024 lalu
Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari dan juga Sebagai Pembela Hak Asasi Manusia (Human Rights Defender/HRD), Warinussy sebagai korban mempertanyakan kapasitas dan kemampuan seorang Kapolresta Manokwari Kombes Polisi Ongky Isgunawan dan jajarannya.
Yaitu kapasitas dan kemampuan mereka jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mengungkap peristiwa pada Rabu, 17 Juli 2024 (dua tahun lalu) sekitar pukul 15:36 wit tersebut.
Sesungguhnya sejak awal, polisi telah memiliki bukti petunjuk rekaman CCTV dari Toko M-Mart saat dimana saya terlihat menyeberangi jalan Yos Sudarso, Sanggeng – Manokwari ke arah Kantor Bank Mandiri Cabang Manokwari.
“Lalu terlihat ada sebuah mobil jenis Avanza warna merah marun yang terlihat parkir di pinggir jalan Yos Sudarso diantara depan Toko M-Mart dan Toko Tengah. Serta ada sebuah mobil lain warna hitam yang parkir di depan Toko tengah dan ada beberapa orang yang turun dari mobil tersebut.
Serta datangnya sebuah mobil warna hitam berhenti tepat di depan kendaraan milik saya sesaat saja dan bergegas meninggalkan tempat berhentinya saat saya terlihat memegang dada.” Ucap Warinussy kepada wartawan senin 29 Juni 2026
Warinussy menambahkan, Menurut pandangan saya sesungguhnya Polisi dapat menggunakan isi CCTV Toko M-Mart untuk mengungkap siapa pelaku atau dalang atau otak pelaku peristiwa tersebut ? Saya ingin menggaris bawahi bahwa isi rekaman CCTV cenderung menafikan latar belakang peristiwa yang saya alami itu atas motif balas dendam semata.
Sebagai sesama Aparat Penegak Hukum (APH) saya cenderung menduga kuat bahwa peristiwa yang dialami melibatkan negara. Serta terduga pelakunya adalah profesional dan terlatih, bukan amatiran. Sehingga penyelidikan nya tidak boleh diarahkan pada masyarakat sipil jelata yang ada di Pegunungan Arfak.” Tegas Warinussy
Lanjut: Warinussy Atau tidak boleh dikaitkan lagi dengan peristiwa transaksi perdagangan senjata api di wilayah Papua Barat.
Warinussy mohon Kapolda Papua Barat Jenderal Polisi Alfred Papare dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo segera melakukan audit terhadap kinerja Kapolresta Manokwari Kombes Polisi Ongky Isgunawan dan jajarannya.
menantang Kapolri dan Kapolda Papua Barat untuk dapat segera mengungkap peristiwa hukum yang sangat memalukan citra APH di Kota Injil Manokwari ini.” Ujar Warinussy.












