Melalui formula tersebut, penyampaian materi jurnalistik yang cenderung teknis dapat diserap oleh para peserta secara lebih santai, meminimalkan stres atau kecemasan, serta mempercepat retensi informasi baru dalam jangka panjang.
Manfaat positif dari pelaksanaan diklat ini diamini oleh salah satu peserta, Kapten Hendro, yang merupakan Pimpinan Dewan Pemberdayaan Koperasi Merah Putih Dekopinda Kota Surabaya.
Kepada awak media, ia menegaskan bahwa pelatihan ini memegang peranan krusial bagi masa depan publikasi koperasi.
”Pendidikan dan pelatihan ini merupakan bagian penting dari upaya Dekopin untuk memperkuat pemahaman serta peran aktif anggota dalam tata kelola koperasi. Tujuannya jelas, yakni demi mewujudkan institusi koperasi yang profesional, transparan, dan berkelanjutan,” cetus Kapten Hendro.
Senada dengan hal itu, Ketua Dekopinwil Jatim, Slamet Sutanto, mengingatkan kembali esensi dasar koperasi kepada jajarannya.
Koperasi tidak boleh hanya dipandang sebagai lembaga ekonomi semata, melainkan juga harus berfungsi sebagai ruang pembelajaran kolektif bagi seluruh anggotanya dalam mencapai kesejahteraan bersama.
Pihak Dekopinwil Jatim berharap kegiatan Diklat PIP ini tidak berhenti di sini, melainkan dapat terus dilaksanakan secara simultan, mulai dari tahapan yang berjenjang, bertingkat, hingga berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi demi melahirkan jurnalis koperasi yang handal. (*/BrwV)













