Ads
TNI

Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Kesongo Kebut Pembangunan MCK Rest Area Terpadu

syailendraachmad51
×

Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Kesongo Kebut Pembangunan MCK Rest Area Terpadu

Sebarkan artikel ini
IMG 20260804 WA0101

BOJONEGORO||TRANSISINEWS- Semangat gotong royong memancar kuat di ujung timur Kabupaten Bojonegoro. Di tengah teriknya matahari, komitmen Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro untuk meningkatkan kualitas sarana publik dan keagamaan di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, terus berjalan pesat dan menunjukkan hasil nyata.

 

Salah satu fokus utama yang kini tengah dikebut pengerjaannya adalah pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang representatif, Senin (3/8/2026).

 

Fasilitas ini berlokasi strategis di Kawasan Rest Area Terpadu jalur lintas perbatasan yang menghubungkan Desa Kesongo, Bojonegoro, dengan wilayah Sukorame, Lamongan.

 

Kehadiran sarana sanitasi yang layak di jalur sibuk ini diprediksi akan menjadi ‘angin segar’ bagi para pengguna jalan yang membutuhkan tempat istirahat nyaman sejenak, sekaligus mendukung kegiatan ibadah bagi warga maupun musafir yang singgah.

 

Melihat langsung ke lokasi, denyut pembangunan terasa begitu bertenaga. Berkat kolaborasi apik antara personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro dan warga setempat, pengerjaan struktur utama dan penataan sanitasi kini telah memasuki capaian mengesankan, yakni mencapai 70 persen.

 

Semangat “kemanunggalan” benar-benar tergambar jelas dari aktivitas tanpa lelah tim di lapangan. Di satu sudut, terlihat personel TNI dan warga bahu-membahu dalam tahap penyiapan material halus.

 

Dengan penuh ketelitian, mereka menyaring pasir menggunakan ayakan, memastikan kualitas bahan campuran terbaik untuk plesteran dinding.

 

Dedikasi dan keahlian teknis para prajurit TNI sangat terasa dalam setiap tahap pembangunan.

 

Kehangatan interaksi antara TNI dan masyarakat juga terekam kuat saat proses pengecatan dinding luar bangunan.

 

Saling berbagi tugas dan tawa, sinergi ini menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan kemanunggalan.

 

Sementara itu, untuk detail interior, fokus pengerjaan saat ini mengarah pada penataan instalasi dan estetik.

 

Seorang personel Satgas dengan telaten tampak merendam keramik lantai atau dinding di dalam ember berisi air sebelum dipasang, sebuah teknik krusial untuk memastikan perekat semen menempel sempurna dan keramik tidak mudah lepas di kemudian hari.

 

Langkah-langkah presisi seperti ini terus dipastikan agar fasilitas ini nantinya tahan lama dan nyaman digunakan.

 

Setelah menyelesaikan tahap krusial mulai dari fondasi, dinding utama, hingga penataan saluran septic tank, saat ini tim di lapangan sedang berfokus pada pemasangan atap, plesteran dinding, serta persiapan akhir instalasi pemipaan air bersih.

 

Semua pengerjaan dilakukan paralel, dengan ritme yang terjaga demi mencapai target penyelesaian tepat waktu.

 

Merespons perkembangan positif ini, Kepala Desa Kesongo, Bapak Kusnadi, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan terima kasihnya yang mendalam.

 

Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian nyata TNI terhadap kebutuhan dasar warganya.

 

“Pembangunan MCK ini merupakan bantuan yang sangat berharga bagi kami. Dengan progres yang sudah mencapai 70 persen ini, atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro. Kepedulian TNI benar-benar menyentuh hati warga. Kami siap terus bergotong royong mendukung TNI, apa pun kebutuhannya, sampai bangunan ini selesai 100 persen dan bisa dimanfaatkan bersama,” tegas Kusnadi dengan penuh semangat.

 

Harapan besar kini menggantung pada sinergi yang terus terjaga antara TNI dan warga Kesongo.

 

Semangat gotong royong yang menjadi napas TMMD ke-129 diharapkan mampu menuntaskan fasilitas MCK di rest area terpadu ini dengan kualitas terbaik, sehingga dapat segera memberikan dampak positif langsung, tidak hanya bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai sarana penunjang kegiatan ibadah dan kenyamanan bagi setiap pelintas di jalur perbatasan ini.(sy)