Ads
Pemerintahan

Bupati Setyo Wahono Lantik Dewan Pendidikan Bojonegoro, Soroti Dua Tantangan Besar Sektor SDM

syailendraachmad51
×

Bupati Setyo Wahono Lantik Dewan Pendidikan Bojonegoro, Soroti Dua Tantangan Besar Sektor SDM

Sebarkan artikel ini
1000341919

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono secara resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro periode 2026-2030 di Ruang Angling Dharma, lantai 2 Gedung Pemkab Bojonegoro. Kamis (25/06/2026).

Dalam momentum strategis ini, Bupati menekankan bahwa investasi pada Sumber Daya Manusia merupakan pilar terbesar dalam pembangunan daerah jangka panjang.
​Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono membeberkan dua tantangan besar yang saat ini tengah dihadapi oleh Kabupaten Bojonegoro.

Tantangan pertama yang mendesak adalah terkait pemenuhan akses pendidikan dan intervensi Angka Tidak Sekolah maupun Anak Putus Sekolah yang hingga kini jumlahnya masih berada di kisaran 4.500 anak.

​Setyo Wahono menegaskan bahwa problematika Angka Tidak Sekolah ini sangat rumit dan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah sendirian sehingga menjadi pekerjaan rumah bersama.

Sebagai kepala daerah, ia menyebut tugas pemerintah adalah merumuskan kebijakan, namun eksekusinya sangat membutuhkan masukan konkret dan pertimbangan strategis dari Dewan Pendidikan.

​Tantangan kedua yang dinilai tak kalah krusial adalah arus digitalisasi yang mulai menggeser pola asuh di ruang keluarga.

Fenomena maraknya kecanduan gawai pada anak-anak menjadi perhatian serius Bupati agar Dewan Pendidikan ke depan mampu melahirkan kajian mendalam serta edukasi yang tepat bagi para orang tua.

​Setyo Wahono juga mengapresiasi komposisi kepengurusan baru yang diisi oleh kombinasi ideal antara kalangan akademisi, praktisi, media, hingga tokoh agama.

Komposisi ini dinilai memiliki jam terbang tinggi serta fleksibilitas waktu untuk aktif bergerak menyerap aspirasi di lapangan.

​Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro yang baru dilantik, Ahmad Ansaful Marom, menyatakan kesiapannya untuk membawa lembaga ini sebagai jembatan yang responsif.

Dengan latar belakang anggota yang beragam mulai dari unsur perguruan tinggi, wartawan, hingga praktisi, pihaknya berkomitmen untuk memperbanyak mendengar keluhan dari akar rumput.

​Ahmad Ansaful Marom menekankan bahwa fokus utama Dewan Pendidikan ke depan adalah penguatan Indeks Pembangunan Manusia melalui investasi pendidikan jangka panjang.

​Ia menyadari bahwa investasi di dunia pendidikan sering kali tidak tampak secara fisik atau instan, berbeda dengan pembangunan infrastruktur.

Hasil dari investasi ini tidak bisa dinikmati hanya dalam waktu lima tahun saja, namun investasi masa depan ini harus tetap dimulai sejak dini.

​Ansaful Marom menambahkan bahwa proses merumuskan program kerja sama global dan pembenahan mutu ini dipastikan akan menguras energi.

Kendati demikian, hal tersebut telah menjadi tanggung jawab moral yang siap dipikul bersama demi masa depan generasi penerus di Kabupaten Bojonegoro.(red)