Pembaruan data secara berkala serta integrasi sistem menjadi kunci utama untuk meminimalkan kesalahan distribusi di lapangan.
Selain masalah bansos, Bupati Bojonegoro juga menyoroti pentingnya pembangunan yang tetap berpijak pada kelestarian alam.
Bupati juga mengingatkan agar aktivitas pembangunan infrastruktur di desa tidak mengorbankan sumber daya alam yang ada.
“Jangan sampai pembangunan fisik di desa justru merusak lingkungan. Penebangan pohon tanpa kontrol, misalnya, bisa menghilangkan sumber air. Ini harus jadi perhatian bersama demi keberlangsungan masa depan,” ungkapnya.
Masyarakat desa juga didorong untuk meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah serta meminimalisir penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai perangkat daerah, mulai dari Wakil Bupati Bojonegoro, Dinas Sosial, hingga Dinas Lingkungan Hidup.
Materi yang disampaikan meliputi penguatan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), strategi penyaluran bansos, hingga pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat desa. (red/pim)













