“Urusan baju dan tata rias wajah, dia sudah mempersiapkan semuanya sendiri dengan penuh semangat. Dia sangat total untuk tampil di panggung Wastra Batik Festival ini,” kata Tiwi bangga.
Atmosfer perjuangan tak kalah hebat diulas oleh Roviatul Andevia, ibunda dari Zadev Ahmad Sakha asal MIN 1 Bojonegoro.
Roviatul menceritakan, persiapan sang putra telah digodok sejak awal bulan, mulai dari bedah naskah hingga perakitan aksesoris kostum secara gotong royong.
Zadev yang sudah langganan naik podium sejak TK B dan pernah mewakili Bojonegoro di level provinsi hingga internasional daring, tercatat telah mengantongi 11 kemenangan dari 14 kali perlombaan yang diikutinya.
Kendati demikian, Roviatul selalu menanamkan doktrin mental yang sehat pada sang buah hati.
“Bagi kami, kompetisi bukan sekadar urusan meraih piala. Saya selalu membekali mental Zadev agar memandang setiap panggung sebagai laboratorium pengalaman yang berharga, baik saat ia didaulat menjadi juara maupun saat belum mendapatkan hasil terbaik,” papar Roviatul bijak.
Berikut daftar pemenang lomba:
Juara Lomba Mendongeng Imajinasi Wastra Batik Bojonegoro
Juara 1 : Gefia Lebda Supratiwi Kelas 6 SDN Jatiblimbing 2 Dander
Juara 2 : Aerilyn Belivania Maysandhy Kelas 6 SDN Kadipaten 1 Bojonegoro
Juara 3 : Almira Sofia Putri Hidayat Kelas 6 SDN Pagerwesi Trucuk
Juara Favorit: Mazaya El Shanum Kelas 1 MI ICP Nurul Ulum Bojonegoro.
Lewat kesuksesan Lomba Mendongeng Imajinasi ini, Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 tidak hanya sukses menyuguhkan hiburan teatrikal bagi pengunjung alun-alun, tetapi juga menjelma sebagai oase literasi yang ampuh dalam merawat kelestarian seni tutur tradisional di pundak generasi emas Bojonegoro. (red*)













