PURBALINGGA||TRANSISINEWS – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Bukit Kemojing dan Bukit Cigerung, wilayah Desa Tlagayasa, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2026).
Peristiwa tersebut diketahui masyarakat sekitar sekitar pukul 16.30 WIB. Warga yang melihat kepulan api di kawasan bukit kemudian melakukan pengecekan ke lokasi.
Saat ditemukan, api telah membesar dan merambat hingga membakar lahan milik sejumlah warga.
Berdasarkan laporan kejadian, kebakaran diperkirakan melanda area seluas sekitar 5,5 hektare.
Vegetasi yang terbakar antara lain bambu, rumput liar serta tanaman balsa milik warga.
Sejumlah lahan yang terdampak diketahui merupakan milik warga Desa Tlagayasa, di antaranya Sartono, warga RT 01/RW 07; Duri, RT 02/RW 05; Mihraji, RT 02/RW 06; Jamini, RT 02/RW 01; serta Salyati, RT 03/RW 06.
Sumber awal informasi kebakaran berasal dari masyarakat sekitar.
Sementara berdasarkan laporan di lapangan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kondisi suhu yang panas.
Namun, taksiran kerugian akibat kejadian tersebut hingga kini masih dalam proses perhitungan.
Begitu mengetahui adanya kebakaran, masyarakat bersama unsur terkait langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas.
Penanganan melibatkan BPBD, Perhutani, TNI, Polri, Pemerintah Desa Tlagayasa, RPP serta masyarakat setempat.
Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan menyisir titik-titik api dan area yang terdampak.
Berkat kerja sama seluruh unsur, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan.
Api dilaporkan berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB.
“Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan aparat terkait dan masyarakat. Prioritas utama adalah memadamkan api agar tidak semakin meluas ke kawasan lainnya,” keterangan dari BPBD Purbalingga.
Hingga laporan ini dibuat, kondisi terkini api telah padam. Petugas dan masyarakat tetap melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena kebakaran terjadi di kawasan perbukitan dengan vegetasi berupa bambu, rumput liar dan tanaman balsa yang relatif mudah terbakar ketika kondisi lingkungan kering dan panas.(Roy)













