Ads
Pemerintahan

Lewat Sapa Bupati, Pemkab Bojonegoro Usung Konsep Pembangunan Kota yang Inklusif dan Ramah Disabilitas

syailendraachmad51
×

Lewat Sapa Bupati, Pemkab Bojonegoro Usung Konsep Pembangunan Kota yang Inklusif dan Ramah Disabilitas

Sebarkan artikel ini
IMG 20260903 WA0285

BOJONEGORO||TRANSISINEWS — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menyerap aspirasi masyarakat secara langsung melalui forum Dialog Interaktif Sapa Bupati yang digelar di Pendopo Malowopati, Kamis (3/9/2026). Mengangkat tema “Menata Kota, Memudahkan Warga”, agenda ini memfokuskan pembahasan pada revitalisasi kawasan perkotaan, infrastruktur publik, hingga penguatan ekonomi inklusif.

​Forum tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Asisten Sekda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa/lurah, hingga organisasi kemasyarakatan serta masyarakat umum yang berpartisipasi secara luring maupun daring.

​Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro, Satito Hadi, menjelaskan rencana penataan kawasan strategis kota meliputi Alun-Alun Bojonegoro, Masjid Darussalam, dan Taman Rajekwesi demi meningkatkan kenyamanan serta kelancaran mobilitas warga.

​Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro, Moh. Akhmadi, menguraikan revitalisasi pasar rakyat yang mencakup pembenahan sanitasi, drainase, pengelolaan sampah, zonasi pedagang, hingga fasilitas umum yang representatif.

​Respon Positif Aspirasi Fasilitas Disabilitas

​Sesi dialog diwarnai dengan penyampaian aspirasi dari perwakilan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Cabang Bojonegoro. Mereka mengusulkan penyediaan jalur pemandu (guiding block) serta sarana pemenuhan hak aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di area revitalisasi Pasar Kota.

​Aspirasi tersebut langsung direspon positif oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan fasilitas publik yang ramah bagi seluruh kalangan.

​”Insyaallah nanti pembangunan pasarnya, kebutuhan bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas juga menjadi bagian utama dari perhatian kami,” tegas Bupati.

​Selain penataan fisik, Pemkab Bojonegoro menekankan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat yang berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur. Salah satu program unggulan pemberdayaan yang terus dipacu adalah Program Gayatri, yang menyasar keluarga prasejahtera agar lebih mandiri secara finansial.

​Melalui wadah Sapa Bupati ini, Pemkab Bojonegoro memastikan bahwa proses penataan daerah tidak hanya berfokus pada estetika kota, melainkan juga menghadirkan ruang publik yang inklusif, tertib, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan seluruh warga.(sy/pim)