BOJONEGORO||TRANSISINEWS — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro menggelar doa bersama lintas agama di Pendopo Masjid Babus Shofa, Jalan Basuki Rahmad, Sabtu (22/8/2026) malam.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 250 jemaah serta jajaran pejabat Pemkab Bojonegoro ini dilaksanakan sebagai ikhtiar batiniah memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi bangsa Indonesia di tengah dinamika nasional.
Ketua FKUB Kabupaten Bojonegoro, H. Hanafi, M.M., menegaskan bahwa momentum doa bersama ini menjadi landasan moral untuk menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah.
”Sebagai hamba Tuhan, kewajiban kita adalah berdoa agar negara tetap aman, para pemimpin diberikan kesehatan, serta tercipta suasana toto tentrem kerto raharjo. Mari satukan langkah mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” ujar Hanafi.
Hal senada disampaikan oleh KH Robawi Afni, selaku pengasuh Ponpes Bening Samudro Bojonegoro.
Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam doa bersama ini merupakan wujud pengabdian nyata untuk menjaga iklim kondusif serta mendoakan kebaikan kepemimpinan nasional.
”Kami hadir mendoakan agar Presiden Prabowo dan seluruh bangsa Indonesia senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” tuturnya.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir mewakili Pemkab Bojonegoro menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif FKUB.
Wabup hadir didampingi Sekda Edi Susanto, Kadinkes Ninik Susmiati, SKM., M.Kes, Anggota DPRD Bojonegoro Fraksi Gerindra Sudiyono, Pengasuh Ponpes Al-Rosyid sekaligus Ketua MUI Bojonegoro KH Alamul Huda (Gus Huda), Anggota DPRD Bojonegoro Sudiyono, Pengasuh Pondok Pesantren Bening Samudro KH. Robawi Afni, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Bojonegoro yang tidak dapat hadir langsung karena ada kegiatan lainnya.
Namun dalam kesempatan tersebut Nurul Azizah menekankan pentingnya peran tokoh agama sebagai penyejuk di tengah masifnya arus informasi dan potensi penyebaran berita bohong (hoaks) di media sosial.
”Di tengah maraknya hoaks dan provokasi di medsos, kumpulnya para tokoh lintas agama malam ini menjadi penyejuk. Ini bukti nyata masyarakat Bojonegoro semakin rukun dan adem ayem,” katanya
Ia menambahkan, keterlibatan aktif dan dukungan doa dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendukung tahapan pembangunan menuju Indonesia Maju.
Pada kesempatan tersebut, Wabup juga membeberkan riwayat dan sejarah kepemilikan Masjid Babus Shofa beserta pendoponya yang kini telah resmi menjadi aset Pemkab Bojonegoro.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama berturut-turut dari para tokoh pemeluk agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Khonghucu, serta pembacaan 7 poin seruan moral yang dipimpin oleh Ketua FKUB Bojonegoro.
Adapun isi seruan moral tersebut menekankan pentingnya:
Aktif menjalin komunikasi dan silaturahmi antar pengurus serta umat beragama.
Memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam kegiatan keumatan dan kemasyarakatan.
Mengantisipasi serta mengeliminasi potensi kesalahpahaman yang dapat memicu perpecahan.
Menjaga kondusivitas dengan mengarusutamakan nilai rukun, guyub, dan damai.
Menjauhkan masyarakat dari potensi konflik dan disintegrasi bangsa.
Berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menjunjung tinggi kearifan lokal sebagai kekayaan budaya bangsa.
Sejumlah tokoh lintas agama yang hadir di antaranya Hokiang San / Pak Santoso (Khonghucu), I Ketut Sulaste (Hindu), Romo Antonius Saptowidodo dan Fransiscus Sarman (Katolik), Pendeta Joko Waluyo (Kristen), KH Ikhwanuddin (Muhammadiyah), Mas Edi Arto (LDII), serta Pengasuh Ponpes Al-Rosyid sekaligus Ketua MUI Bojonegoro KH Alamul Huda (Gus Huda).(sy)












