SAMPANG||TRANSISINEWS – Menghadapi tantangan penyesuaian anggaran, Pemerintah Desa Bundah, Kecamatan Sreseh, kabupaten Sampang, JawaTimur justru memperkuat komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata. Melalui Musyawarah Desa (Musdes) RKPDes yang digelar. Kamis (20/08/26).
Musdes tersebut dihadiri oleh Sekretaris Camat Sreseh, unsur Forkopimcam, Kepala Desa Bundah, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, pendamping desa, tokoh agama, serta perwakilan pemuda.
Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan kuatnya sinergi lintas elemen masyarakat dalam menyusun arah pembangunan desa yang partisipatif, terbuka, dan berpihak pada kebutuhan warga.
Dalam sambutannya, Sekretaris Camat Sreseh menekankan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan administrasi dalam penyusunan dokumen perencanaan desa.
Ia merujuk pada Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, yang menegaskan bahwa penyusunan APBDes harus dilaksanakan sesuai batas waktu yang telah ditetapkan. Menurutnya, RKPDes bukan hanya dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi dasar hukum dan teknis dalam mewujudkan tertib administrasi pengelolaan keuangan desa selama tahun anggaran berjalan.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap usulan program dalam RKPDes hendaknya tetap berpedoman pada RPJMDes sebagai dokumen arah pembangunan jangka menengah desa.
Apabila terdapat usulan baru, maka hal tersebut harus benar-benar didasarkan pada kebutuhan yang mendesak dan belum terakomodasi dalam perencanaan sebelumnya. Dengan demikian, pembangunan desa dapat berjalan secara konsisten, terarah, dan memiliki keberlanjutan yang jelas.
Selain aspek administrasi, Sekcam turut mendorong masyarakat, khususnya para petani, untuk lebih mengoptimalkan sektor pertanian sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurutnya, lahan-lahan kosong yang belum dimanfaatkan perlu dikelola secara produktif, misalnya untuk tanaman padi, jagung, serta komoditas pertanian lainnya yang dapat mendukung perekonomian warga dan memperkuat kebutuhan pangan masyarakat.
Sementara itu, Bidan Desa Bundah, Fimi, menyampaikan bahwa hingga saat ini Desa Bundah masih berada dalam kondisi aman atau nihil kasus stunting.
“Menurut Ibu Bidan capaian tersebut, perlu terus dipelihara dan dijaga melalui pengawasan dan pendataan yang lebih optimal, termasuk terhadap warga yang berada di luar desa Bundah, agar proses pemantauan tetap berjalan efektif dan menyeluruh”.
Dini dari bidang kesehatan, menilai bahwa dukungan sarana dan prasarana sangat diperlukan untuk menunjang kelancaran pelayanan posyandu serta upaya pencegahan berbagai masalah kesehatan di tingkat desa.
“Ia mengusulkan penguatan data balita dan lansia, penyediaan papan informasi di setiap posyandu, serta kelengkapan alat kesehatan yang memadai, seperti timbangan dan perlengkapan pemeriksaan dasar”. Menurutnya, dukungan tersebut akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara optimal. (tss)












