BOJONEGORO||TRANSISINEWS — Program sapa warga Bupati Medhayoh edisi ke-9 sukses digelar di Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (12/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah hadir langsung memetik tembakau bersama petani lokal guna mendukung komoditas unggulan daerah setempat.
Sebelum berdialog dengan warga, rangkaian kunjungan diawali dengan silaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Istiqomah, dilanjutkan panen tembakau bersama, pelepasan benih ikan di Embung Cengkir, serta penanaman benih melon di Greenhouse Desa Cengkir.
Dalam sesi dialog interaktif, Bupati Setyo Wahono merespons aspirasi petani tembakau dengan mengumumkan rencana pembangunan sistem embung seri melalui Dinas PU Sumber Daya Air (SDA). Langkah ini diambil untuk menjamin pemerataan dan kecukupan pasokan air irigasi.
“Minimal yang terairi setiap embungnya nanti 5 hektare. Rencananya kami membuat 4 titik. Dari DPU SDA sudah jalan 2 titik. Embung ini dibuat di wilayah Sungai Semar Mendem yang nantinya menyambung distribusi airnya ke lahan petani sehingga lebih cepat dan mengurangi beban biaya operasional,” terang Setyo Wahono.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Nurul Azizah memaparkan berbagai program prioritas Pemkab Bojonegoro dalam penuntasan masalah sosial dan kesehatan dasar. Di sektor kesehatan, Pemkab berkomitmen mewujudkan Bojonegoro bebas Tuberkulosis (TBC) dengan penyediaan pengobatan gratis di Puskesmas, hingga penyediaan layanan medis lanjutan di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo seperti kemoterapi, perawatan jantung, stem cell, dan DSA.
Untuk percepatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu, Pemkab Bojonegoro juga menggulirkan program bantuan perbaikan hunian.
“Untuk keluarga dengan desil 1 hingga 3 yang rumahnya tidak tersambung dengan listrik, maka akan disambungkan secara gratis. Sementara warga dengan desil 1 dan 2 yang saat ini ruang tamu rumahnya masih berupa tanah, di tahun 2026 akan dibuat menjadi tekel melalui Dinas PU Cipta Karya,” papar Wabup Nurul Azizah.
Sementara itu, Kepala Desa Cengkir, Ruslan, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran jajaran pimpinan daerah secara langsung di desanya. Ia melaporkan bahwa Desa Cengkir memiliki luas wilayah 420 hektare, dengan 330 hektare di antaranya merupakan lahan pertanian produktif.
“Petani panen padi 2 kali. Sedangkan di sekitar wilayah embung seluas 17,2 hektare bisa 3 kali panen. Untuk petani tembakau hampir 90 persen,” pungkas Ruslan.(sy/red)












